Rencana 5 Wilayah Ini Mekar dari Kabupaten Jayapura: Menuju Harapan Baru

Marshel Morin
Marshel Morin, putra asli Distrik Demta / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura – Rencana pemekaran wilayah diyakini sebagai solusi bagi pemerataan pembangunan di sebuah daerah.

Hal itulah yang kini menjadi dasar inisiasi 5 wilayah di Kabupaten Jayapura untuk mendorong pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Ke lima wilayah tersebut yakni Demta, Yapsi, Kaureh, Unurum Gua dan Airu.

Sambutan positif dari berbagai kalangan pun berdatangan. Salah satunya adalah Marshel Morin, seorang putra asli Distrik Demta yang berlatar belakang pendidikan teknik.

Dengan antusias, ia menyatakan dukungannya terhadap inisiatif yang diyakini akan membawa harapan baru hingga perubahan signifikan bagi kemajuan wilayah tersebut.

Gagasan pemekaran ini muncul sebagai respons terhadap tantangan geografis dan kebutuhan mendesak akan pemerataan pembangunan di Kabupaten Jayapura.

Luasnya wilayah saat ini dinilai menjadi salah satu faktor penghambat dalam menjangkau seluruh masyarakat dengan program-program pembangunan yang efektif.

Kondisi ini berdampak pada lambatnya perkembangan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Demta, Yapsi, Kaureh, Unurum Guai dan Airu.

Marshel Morin, yang memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi wilayahnya, melihat pemekaran DOB sebagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sebagai seorang Sarjana Teknik (ST), ia berharap dapat berkontribusi secara aktif dalam merumuskan solusi-solusi konkret untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

“Saya sebagai putra asli Demta sangat mendukung penuh rencana pemekaran ini,” ujar Marshel Morin.

“Kita melihat sendiri bagaimana luasnya wilayah Kabupaten Jayapura saat ini menjadi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan. Dengan adanya DOB baru, kita bisa lebih fokus dan memaksimalkan potensi yang ada di wilayah Demta, Yapsi, Kaureh, Unurum Guai, dan Airu,” sambungnya.

Harapan masyarakat di wilayah calon DOB ini sangat besar. Mereka melihat sosok Marshel Morin sebagai representasi generasi muda yang memiliki visi dan kemampuan untuk membawa perubahan positif.

Latar belakang pendidikannya di bidang teknik diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam perencanaan dan implementasi pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan terarah.

Selain itu, pemahaman Marshel Morin terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat diyakini akan menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan yang pro-rakyat dan mampu memberdayakan ekonomi kerakyatan.

Rencana pemekaran DOB ini masih dalam tahap penggodokan, namun antusiasme dan dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat seperti Marshel Morin memberikan energi positif bagi terwujudnya harapan akan wilayah yang lebih maju dan sejahtera.

Kehadiran putra daerah yang berkompeten dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan diyakini akan menjadi modal berharga dalam mengawal proses pemekaran dan mengisi pembangunan di DOB Demta Yapsi Kaureh kelak.

RLS