Koreri.com, Jayapura – Aksi saling serang antar masyarakat di Kabupaten Mamberamo Raya pecah pada Jumat (22/4/2022) pukul 12.30 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan aksi tersebut dipicu karena permasalahan gaji honorer Kabupaten Mamberamo Raya.
“Awalnya pegawai honorer yang merupakan masyarakat Mamberamo Raya hendak melakukan pemalangan pada kantor keuangan terkait dengan pembayaran honor tenaga honorer namun karena ada masa dari bupati yang membawa panah jubi dan senjata tajam sehingga honorer tidak terima dengan hal tersebut dan terjadilah aksi saling serang antara masyarakat asli Mamberamo Raya dengan masyarakat Suku Wamena,” ungkap Kamal saat diwawancarai pada Jumat (22/4/2022).
Dia menyebutkan, personel Polres Mamberamo Raya yang dipimpin Kapolres melakukan blokade jalan untuk menghalau pergerakan massa dan memberikan himbauan.
Namun dikarenakan jumlah massa sekitar 170 orang bersenjatakan panah jubi dan parang sambil menari-nari (waita) langsung menerobos barikade kemudian melempar jubi ke arah massa Bupati, sehingga membuat terpancing dan terjadilah aksi saling serang diantara kedua kelompok.
“Situasi sempat memanas, massa tidak mengindahkan himbauan dan terjadi saling serang sehingga anggota Polres mengeluarkan tembakan secara berkali-kali untuk menghentikan aksi dari kedua pihak,” jelas Kamal.
Lebih lanjut, Kamal mengungkapkan masa yang merupakan masyarakat asli Mamberamo Raya dikumpulkan di depan halaman kantor Dinas Perhubungan guna menenangkan situasi namun massa Bupati kembali melakukan serangan terhadap anggota Polres dengan melemparkan jubi sehingga anggota menembakkan gas airmata kearah massa dan massa pun mundur.
“Bupati Mamberamo Raya Jon Tabo menemui masyarakat asli Mamberamo Raya yang merupakan honorer, setelah diberikan penjelaskan massa membubarkan diri dengan tertib dan dikawal oleh personil Polres Mamberamo Raya untuk kembali ke Kasonaweja,” pungkas Kamal.
Ditambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, saat ini situasi aman dan kondusif.
“Pasca kejadian tersebut saat ini situasi aman dan kondusif, para honorer menunggu Sekda untuk melaksanakan pembagian gaji sesuai intruksi Bupati Mamberamo Raya,” tutup Kamal.
SEO
