Koreri.com, Ambon – Dinilai tidak becus dalam pengawasan proyek air baku di Dusun Mahia, Desa Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku kena semprot.
Kecaman itu datang dari Anggota DPRD Provinsi Maluku Rofik Akbar Afifudin.
Proyek dengan anggaran miliaran rupiah ini dikerjakan sejak 2020 namun hingga dua tahun berselang, air baku bersih layak konsumsi ini tak kunjung dinikmati masyarakat setempat.
“Proyek air baku Mahia ini merupakan proyek air bersih untuk kebutuhan masyarakat. BWS selama dua tahun ini tidak becus dalam melakukan pengawasan,” kecamnya di Ambon, Selasa (14/6/2022).
Afifudin menegaskan, jika ini hanya permasalahan kontrak kerja menyiapkan infrastruktur, kemudian air digali dengan kedalaman tertentu, menemukan atau tidaknya sumber air tidak menjadi persoalan, maka BWS nyatakan saja kepada lembaga DPRD secara resmi.
“Namun, yang menjadi urusan lembaga ini air itu bermanfaat bagi masyarakat, namun faktanya sampai hari ini tidak ada manfaatnya,” bebernya.
Afifudin menekankan jika memang BWS serius dalam mengerjakan maka dicari terlebih dahulu sumber mata air tersebut.
“Jangan lantaran sudah ramai aduan masyarakat dan publish media barulah inisiatif kepala BWS membentuk tim, ini proyek gagal namanya,” tegasnya.
Afifudin mengaku bingung dengan proyek tersebut, lantaran sampai hari ini pun tidak ada penjelasan masuk akal yang disampaikan BWS, siapa yang salah sehingga proyek ini tidak tuntas.
“Dalam proyek ini ada tiga kontraktor, yakni pelaksana, pengawas dan perencanaan, dicari terlebih dahulu, siapa yang membuat kesalahan, sehingga proyek tak kunjung selesai,” Pinta Afifudin.
JFL
