Koreri.com, Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak bumi dan bangunan atau PBB pada setiap tahunnya.
Guna memaksimalkan itu, maka pelaksanaannya harus dimulai dari Aparatur Sipil Negara sendiri baik Pemerintah Kota, Distrik hingga Kelurahan.
“Maka kami buka di kantor-kantor pemerintah agar menjadi panutan dan contoh dalam melaksanakan kewajiban sebagai warga negara untuk membayar PBB,” ungkap Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura Frans Pekey saat mengawali pembayaran PBB di Main Hall Kantor Wali Kota setempat, Selasa (14/6/2022).
Hal itu juga menandai dimulainya Pekan Panutan Pajak selama 3 hari yang digelar Pemkot Jayapura melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat hingga Kamis (16/6/2022).
Sesuai jadwal yang ditetapkan untuk pembayaran PBB Tahun 2022 dipusatkan di kantor Wali Kota Jayapura, kantor Gubernur Papua dan kantor Otonom Kota Raja dan kantor Otonom Pemkot Jayapura, secara pararel sudah dilakukan.
Pj Wali Kota minta dan menghimbau kepada seluruh ASN ataupun masyarakat yang adalah wajib pajak bumi dan bangunan untuk dapat melakukan kewajibannya.
“Jadi, dari pajak itulah maka Pemerintah Kota Jayapura bisa membangun. Apa yang bapak Ibu berikan tentu akan berkontribusi dalam meningkatkan PAD dan untuk mendukung pembangunan di daerah ini,” tegasnya.
Pj Wali Kota juga mengakui untuk PBB potensinya sangat besar di mana jumlah wajib pajak tahun ini sebanyak 55. 219 WP. Dari jumlah itu ditargetkan bisa mendapatkan sebesar Rp59 miliar lebih.
“Jadi, PBB cukup berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Jayapura. Jika 55 ribu lebih WP itu membayar pajak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda setempat Roby Kefas Awi yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pekan panutan pajak ini berlangsung di tiga lokasi juga di kelurahan-kelurahan.
“Semua dalam rangka untuk bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah dan bagaimana kami melakukan pendekatan pelayanan kepada wajib pajak,” tandasnya.
Pihaknya menargetkan untuk PBB tahun ini kurang lebih Rp33 miliar.
“Dan realisasi penerimaan sampai hari ini sudah mencapai Rp18 miliar dan tersisa Rp14 miliar. Kami akan terus lakukan pekan panutan,” sambungnya.
Diakui Roby, untuk target PBB setiap tahun mengalami kenaikan bahkan wilayah Koya Barat dan Koya Timur, Distrik Muara Tami Kami sedang melakukan pendataan.
“Karena, banyak pembangunan, sehingga kami mendata untuk menentukan. Dalam tahun ini juga kami dengan BPN akan melakukan zona bidang mulai berlangsung bulan Juli 2022 di Distrik Heram,” tukasnya.
SAV
