Perang Ruso-Ukraina: Ibarat Daud Lawan Goliat, Ukraina Permalukan Militer Russia

Koreri.com – Perang Ukraina Russia yang telah berlangsung selama 6 bulan lebih memperlihatkan dengan jelas betapa terperosoknya kekuatan militer Russia.

Kekuatan militer yang digadang-gadang sebagai militer terkuat urutan dua di dunia dibawah Amerika Serikat itu, dibuat tidak berkutik dihadapan Militer Ukraina.

Tepat pada tanggal 24 February 2022 lalu, Russia menginvasi Ukraina dengan jumlah personel siap tempur diperkirakan sekitar 190.00 hingga 200.000 orang.

Namun progres sejauh ini, Kiev masih bertahan dan berdiri kokoh melawan negara adidaya itu.

Hal itu kemudian membuat kita bertanya-tanya apa yang membuat Ukraina begitu kuat mempertahankan negaranya?

Dikutip dari France24 analis menyatakan bahwa yang membuat Ukraina bisa bertahan dari gempuran Russia adalah karena persiapan negara itu dan dibantu oleh persenjaan berat negara barat membuatnya mampu mengimbangi Russia.

Selain itu, Ukraina jelas memiliki pemahaman tentang wilayahnya serta topografi negara itu dan juga koneksi sosial yang menjadi kekuatan yang bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Kharisma sang Presiden Volodymyr Zelensky, seorang pelawak keturunan Yahudi yang tetap berada di Kiev, Ibukota Ukraina walau mendapat bombardir luar biasa bahkan beberapa kali percobaan pembunuhan, justru memicu masyarakat menggalang solidaritas yang kuat dalam perlawanan terhadap Russia.

Disisi lain, Russia melakukan kesalahan strategi sejak awal invasi ke Ukraina yang berharap bisa memenangkan peperangan dalam hitungan ‘beberapa hari saja’.

Russia walau melakukan perang psikologi di seluruh perbatasan Ukraina dengan menempatkan banyak personel cadangan terutama di wilayah dengan bahasa Russia menjadi bahasa utama, namun dengan banyaknya kematian prajurit negara adidaya itu, tentunya membawa dampak psikologis bagi prajuritnya dalam peperangan Ruso-Ukraina itu.

Mengutip dari media sosial Departemen Pertahanan Ukraina, berikut adalah kerugian yang dialami pasukan Russia dari periode 24 Februari 2022 – 26 Agustus 2022.

46,250 +400 Korban Perang (Eliminated Personnel)

1,936 +7 Tank 

4,251 +6 Kendaraan Perang (Armored Combat Vehicles)

1040 +3 Artileri (Artilery)

272 Sistem Peluncur Roket/ Multiple Launcer Rocket Systems

148 Sustem Pertahanan Udara/ Air Defence Systems

234 Pesawat Tempur/ Fighter Jets

202 Helikopter/ Helicopters

834 +6 Pesawat Nir Awak/ Drone

196 Rudal Jelajah/ Cruise Missiles (berhasil ditembak jatuh)

15 Kapal Perang dan Patroli Kecil

3162 +2 Jebdaraab dan Mobi Suplai BBM Vehicles & Fuel Tanks

99 Kendaraan Perang Khusus/ Special Equipment

 

ARD