Ketua KNPI Papua Klaim Lukas Enembe Dilumpuhkan Secara Sengaja oleh Institusi Negara

Ketua KNPI Papua Benyamin Gurik
Ketua KNPI Papua, Benyamin Gurik saat menyampaikan pernyataan / Foto : Koreri/EHO

Koreri.com, Jayapura – Ketua KNPI Papua, Benyamin Gurik juga turut angkat bicara menanggapi proses hukum yang kini membelit Gubernur Papua Lukas Enembe pasca ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Gratifikasi Rp1 Miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lukas Enembe telah dua kali dipanggil guna diperiksa sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah tersebut namun belum juga memenuhinya karena alasan sakit.

Menanggapi hal itu, Ketua KNPI Papua Benyamin Gurik menyampaikan pernyataaan sikapnya, Jumat (30/9/2022).

Telah terjadi kelumpuhan yang dilakukan secara sengaja oleh berbagai institusi negara ini kepada Gubernur Papua Lukas Enembe.

Kasus yang dituduhkan gratifikasi Rp. 1 Miliar tapi kemudian belakangan berbagai pihak dan sejumlah menteri dan tokoh penting di negara ini ikut masuk dan membentuk opini publik untuk merusak citra tokoh Papua Lukas Enembe yang sudah 8 kali berturut-turut terima WTP itu seolah-olah dia penjahat besar di negara ini.

Ini merupakan penghinaan dan pembunuhan karakter yang secara sengaja terstruktur, sistematis dan masif dilakukan sejumlah tokoh-tokoh nasional kepada Lukas Enembe.

Tuduhan kepada Lukas Enembe tokoh besar orang Papua itu sudah menghina seluruh tokoh-tokoh orang Papua yang hari ini menjabat di seluruh pemerintahan di Papua.

Pemerintah mengkonstruksi opini secara luar biasa, seolah-olah rakyat Indonesia melihat orang Papua hari ini orang Papua yang tidak tahu apa-apa, koruptor, tidak menghargai apa yang dibuat oleh negara.

Ini penghinaan dan pembunuhan karakter yang tidak dapat kami terima.

Sampai tadi malam mantan panglima TNI ikut masuk membentuk opini dimedia seolah-olah mengerahkan kekuatan bersenjata seperti mau menangkap teroris.

Kami minta seluruh tokoh-tokoh besar di Republik Indonesia hentikan opini kejahatan yang mengkriminalisasi Gubernur Lukas Enembe.

Kami punya bukti mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu pernah ditangkap dan dihukum, dia baru keluar penjara tanpa ada bukti kasus yang jelas.

Kami tidak mau Gubernur Lukas Enembe mengalami hal yang sama.

Dari tahun 2017 ada upaya sengaja dilakukan pihak-pihak di negara ingin membunuh Gubernur Lukas Enembe dari sejumlah Rumah sakit di Jakarta ada sejumlah pembuntutan sampai ke Singapura.

Informasi itu sudah disaksikan keluarga sendiri.

Dan sampai negara dengan kekuatan bersenjata tangkap paksa Gubernur Lukas Enembe, kami rakyat Papua minta perlindungan keluar dari NKRI.

Lembaga internasional dan PBB untuk melihat kasus kriminalisasi dan politisasi Gubernur Lukas Enembe.

Banyak kasus yang tidak bisa diselesaikan tapi hari ini negara Indonesia melakukan pembunuhan karakter terhadap Gubernur Lukas Enembe menutup banyak kasus yang negara tidak bisa selesaikan diatas tanah Papua seperti mutilasi Mimika sampai hari ini tidak jelas.

Ini upaya yang negara lakukan sengaja untuk menutupi kasus besar diatas tanah Papua.

Sementara hingga saat ini kediaman pribadi tersangka Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura masih jaga ketat ratusan masyarakat Papua dan simpatisan Lukas Enembe dilengkapi alat perang tradisional busur anak panah dan parang di depan gerbang masuk kediaman Lukas Enembe.

Dan jalan masuk kediaman Lukas Enembe dipalang pakai alat berat eksavator dan setiap pengunjung atau tamu yang berkunjung ke kediaman Lukas Enembe wajib diperiksa dan menggunakan identitas lengkap.

EHO