as
as

BEM dan MPM UNIPA Tegas, Tolak TNI-Polri Masuk Kampus

WhatsApp Image 2022 10 12 at 18.04.29
BEM dan MPM UNIPA Gelar Aksi Demo Damai di depan Kantor Rektorat Universitas Papua, Rabu (12/10/2022).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Manokwari– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Papua (UNIPA) menolak kunjungan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Laksamana Madya TNI Hardjo Sasmoro di Kampus itu, Rabu (12/10/2022)

Massa aksi yang tergabung dalam BEM dan MPM UNIPA itu awalnya melakukan negosiasi dengan pihak Rektorat dan telah disepakati pembatalan agenda Kuliah umum yang disampaikan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Laksamana Madya TNI Hardjo Sasmoro.

“Tidak ada kordinasi dengan kami, teman-teman mahasiswa terkait ada kunjungan pihak ke tiga ke Kampus. Kemudian Mahasiswa melarang  masuknya TNI Polri di kampus, karena adanya otonomi Kampus” kata Ketua BEM Yulianca A Fanataf.

Para mahasiswa itu kemudian mendatangi Kantor Rektorat UNIPA setelah mengetahui ada kunjungan silaturahmi Rektor dengan Sekjen Wantanas, Pangdam XVIII Kasuari dan Kapolda Papua Barat.

“Mahasiswa merasa terganggu Kartika kehadiran pihak keamanan didalam Kampus tanpa pemberitahuan” ucapnya

Ketua MPM Unipa Agus Nahabial mengatakan, kesepakatan antara pihak universitas dengan Mahasiswa sudah telah dipatuhi oleh mahasiswa bahwa dibatalkan agenda Kuliah umum,  namun tiba-tiba para mahasiswa melihat iring-iringan mobil dengan dikawal patwal menuju Kantor Rektorat

“Sehingga kita datang ke rektorat karena kita sudah pegang dengan janji pihak kampus ternyata ada pertemuan dengan rektorat” katanya

Dikatakan bahwa jika pertemuan antara Rektor dengan pihak Wantanas berlangsung diluar kampus, tidak menimbukan aksi protes mahasiswa seperti ini, namun yang terjadi adalah pertemuan di lingkungan Kampus.

“Kami menolak hal itu sebab yang datang atau pun yang akan bawah materi adalah pihak militer yang banyak melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM di tanah Papua sejak Tahun 1965 hingga sekarang” katanya menegaskan.

“Yang kami tidak terima dan menolak adalah materi yang hendak dibawah soal Keamanan Negara, kami menolak bicara keamanan negara sedangkan masalah di tanah ini belum selesai” ujarnya.

Sedangkan Rektor Universitas Papua Dr. Meky Sagrim kepada para Mahasiswa usai melakukan pertemuan dengan Sekjen Wantanas, Pangdam XVIII/ Kasuari serta Kapolda Papua Barat mengatakan, materi kuliah umum yang hendak dibawah oleh Sekjen Wantanas itu mengenai pengelolaan sumber daya laut maritim di kawasan timur.

“Jadi tadi sekjen Wantanas itu minta bersilaturahmi dengan Rektor, masa orang minta silaturahmi saja kita tolak, pak Pangdam pernah berkunjung di Unipa, kalau Kapolda ini kan baru pertama” kata Rektor Unipa.

Dikatakan bahwa silaturahmi dilakukan di lantai empat Rektorat Unipa, “Dalam pertemuan itu mereka datang katanya pertama datang kesini, bagaimana keadaan sumber daya alam di tanah Papua yang begitu melimpah, kemudian potensi mahasiswa disini” ucap rektor menjelaskan kepada para Mahasiswa.

Rombongan sekjen Wantanas keluar dari ruangan rektorat disambut dengan para mahasiswa yang telah menanti sembari terus menyampaikan orasi.

KENN

as

as