Koreri.com, Tual – Bentrokan antar dua kelompok warga kembali pecah di Kota Tual, Provinsi Maluku yang melibatkan warga Banda Eli dan Yarler.
Bentrokan itu dilaporkan masih berlanjut dan kini mulai meluas ke lokasi pemukiman warga lain diantaranya kawasan Un Pantai dan BTN.
Diduga, maraknya informasi hoax yang beredar semakin memicu bentrok antar dua desa itu jadi meluas
Hingga Kamis (2/2/2023) pagi terpantau massa dari kedua kelompok warga masih melakukan penyerangan dan pemalangan jalan masuk komplek Yarler tembus Tanah Putih.
Bahkan jalan Weahir – Kiom Bawah yang menghubungkan Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara tepat di ujung jembatan Usdek turut di palang warga yang belum diketahui dari kelompok mana.
Sementara itu, berdasarkan data yang diterima redaksi Koreri.com, cukup banyak informasi hoaks yang diduga sengaja disebarkan oknum atau pihak tertentu guna menyulut emosi massa yang terlibat bentrok maupun masyarakat lain yang tadinya tidak mengetahui masalah sebenarnya.
Anehnya lagi, Forkopimda Kota Tual terkesan melakukan pembiaran sehingga dimanfaatkan oleh pihak ketiga melakukan provokasi agar konflik terus berlanjut ke isu SARA.
Pasalnya, tidak sedikit info hoax tersebut berupaya memicu terjadinya konflik antar agama.
“Ada video yang viral musolah di depan kantor DPRD Kota Tual Terbakar, padahal itu tidak benar,” kata salah satu warga yang berada di TKP perempatan kantor setempat.
Warga yang terdampak konflik juga meminta Wali Kota, Kapolres dan Dandim agar turun tangan menyelesaikan konflik ini karena sudah diprovokasi oleh pihak ketiga yang mengarah ke bentrok antar agama.
“Pak Wali Kota tolong kami warga di Un Pantai tidak tahu masalah, Kapolres dan Dandim…tolong kami warga di daerah Un pantai di serang terus. Aparat keamanan harus bertindak tegas bagi kelompok yang melawan, jangan lakukan pembiaran,” kata Rendi warga Un Pantai.
“Pak Kapolres juga harus berani dan buktikan siapa pelaku utama yang panah warga Banda Eli sampai muncul konflik ini. Jangan di bilang warga Yarler terus tapi harus buktikan itu dan tangkap pelaku provokator yang sudah sebar berita hoax,” sambungnya.
Sebelumnya Kapolres Kota Tual AKBP. Prayudha Widiatmoko, mengatakan konflik antar warga pecah karena ada warga Banda Eli yang kena panah di kepala saat duduk-duduk di kompleksnya.
Meski ketika ditanya siapa pelakunya? Kapolres belum bisa membuktikan apakah pelaku itu dari kelompok warga Yarler atau bukan.
“Masing-masing massa kami himbau menahan diri. Kami dengan pemerintah daerah dan TNI menghimbau seluruh tokoh masyarakat yangg ada untuk menenangkan massa dan mengantisipasi berita-berita hoax,” kata Kapolres.
VER
