Kepindahan Kantor Balai Kota Ambon ke Transit Passo Tak Bisa Ditunda

Kantor Walkot Ambon kondisi oarah

Koreri.com, Ambon – Curah hujan dengan instensitas tinggi melanda Kota Ambon, Provinsi Maluku dalam beberapa bulan ini telah berdampak pada terjadinya bencana alam hingga longsor di wilayah itu.

Dan salah satu yang terdampak dari fenomena alam tersebut adalah gedung Balai Kota Ambon.

Pasalnya, adanya kebocoran menyebabkan air meresap dan jatuh membasahi beberapa bagian kantor baik ruangan kerja atau koridor. Bahkan lebih parahnya lagi, ruangan kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga terdampak hingga mengganggu aktivitas pekerjaan dari pegawai Pemerintah setempat.

Pantauan media, ada puluhan bahkan ratusan titik bocor pada ruangan-ruangan Balai kota Ambon mulai dari gedung A, B, C dan D.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Bagian Umum Kota Ambon Herman Tetelepta membenarkan realita yang terjadi.

“Perlu dijelaskan bahwa kami telah berupaya memperbaiki kerusakan-kerusakan tersebut. Namun karena banyaknya kerusakan, maka diperbaiki secara bertahap. Karena memerlukan anggaran yang sangat besar,” akuinya.

Herman menambahkan untuk memperbaiki kerusakan bangunan bukan saja atap gedung, tetapi juga tegel, platfom hingga dinding bangunan. Bahkan seluruh saluran pembuangan air termasuk toilet dan lainnya.

Ia memperkirakan bisa menghabiskan anggaran Rp10-15 miliar, sementara apabila alternatif lain seperti pembangunan gedung kantor Balai Kota yang baru maka diperkirakan biaya dibutuhkan mencapai Rp35-50 miliar.

“Dengan perkiraan anggaran pemeliharaan dan anggaran pembangunan gedung Balai kota yang baru maka hemat kami pembangunan kantor baru sangat menguntungkan. Bukan saja reprensantatif namun Pemerintah kota memiliki dua aset bangunan yang dapat digunakan seluruh OPD,  termasuk OPD – OPD yang ada di kantor Balai kota,” urai Herman.

Dirinya, pun berharap kerusakan gedung Balai kota saat ini menjadi perhatian Wali Kota agar segera mengambil kebijakan strategis termasuk opsi pembangunan gedung yang baru di Passo yang merupakan aset dari Pemkot Ambon.

“Kepindahan kantor ke Transit Passo sudah tidak bisa ditunda lagi. Hal itu tentu bertujuan untuk kepentingan efektivitas dan produktifitas pegawai Pemerintah Kota Ambon, pungkasnya.

Terpisah, salah satu pegawai yang bekerja di Balai Kota Ambon menyampaikan kondisi yang terjadi.

“Kita bisa lihat saat ini kondisi hujan, gedung Balai mengalami kebocoran hingga tampak air merembes dimana-mana. Ada juga karena bocor sehingga air tergenang. Contohnya di depan ruangan kepala keuangan. Ini contoh yang nyata dan realita terkait kondisi sekarang,” imbuhnya.

Sumber yang meminta namanya tidak disebutkan ini pun ketika ada wacana soal kantor baru.

“Saya rasa ini hal yang penting untuk kondisi sekarang ini. Kalau saya pribadi setuju demi kenyamanan kerja. Belum lagi kalua di lihat untuk area parkir pegawai saja sudah tidak ada tempat karena halamannya yang sempit ,” pintanya.

Karena itu, sumber mendukung penuh rencana pemindahan kantor Wali Kota baru ke Transit Passo.

JFL

Exit mobile version