Timgab TNI-Polri Evakuasi 18 Warga Alama Nduga Antisipasi Berlanjutnya Teror KST

IMG 20230220 WA0044

Koreri.com, Jayapura – Aparat gabungan TNI – Polri dipimpin langsung oleh Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring selaku Dankolaksops TNI kembali berhasil mengevakuasi warga Kampung Alama Nduga yang merasa terancam dari aksi teror yang dilakukan oleh gerombolan KST pimpinan Egianus Kogoya.

Belasan warga tersebut telah tiba di Bandara Timika, Papua, Senin (20/2/2023) pukul 10.25 Wit.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H. dalam keterangannya membenarkan evakuasi tersebut.

Seperti diungkapkan beberapa waktu lalu oleh Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring bahwa masih ada kemungkinan terjadi pengungsian masyarakat akibat teror dan intimidasi yang dilakukan oleh gerombolan KST pasca pembakaran pesawat Susi Air dan disanderanya Pilot Capt Philip Mark Mahrtens beberapa waktu silam.

Bahkan tersiar kabar kelompok KST pimpinan Egianus Kogoya mulai terpecah menjadi beberapa kelompok dan akan melakukan penyanderaan lagi.

Merespon itu, aparat gabungan TNI-Polri langsung mengambil langkah cepat sebagai antisipasi menyikapi keberadaan masyarakat yang berpotensi disandera gerombolan separatis tersebut.

“Pada hari ini, kami Tim Gabungan TNI – Polri yang saya pimpin langsung, berhasil mengevakuasi masyarakat kampung Alama, Kabupaten Nduga dengan pesawat Heli Caracal TNI AU EC – 725/HT-7204 yang mendapat ancaman dan intimidasi dari kelompok KST,” jelas Danrem 172/PWY.

Dirincikan, jumlah masyarakat Alama yang dievakuasi sebanyak 18 orang, terdiri dari 14 orang laki-laki, 2 orang perempuan dewasa, 1 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan.

“Kampung Alama memang wilayah yang menjadi perlintasan gerombolan KST, sehingga masyarakat resah dan terancam.

Kami TNI – Polri berkewajiban melindungi masyarakat, sehingga kampung-kampung yang berada dipelintasan rute KST akan kita lindungi dan amankan,” imbuh Danrem 172/PWY.

Masyarakat yang berhasil dievakuasi selanjutnya akan di tempatkan di lokasi yang aman dan nyaman.

“Para pengungsi langsung dibawa ke RSUD Mimika untuk diperiksa kesehatannya, setelah itu akan diserahkan ke Polres Mimika untuk didata lebih lanjut,” jelas Danrem Brigjen TNI J.O. Sembiring.

Para pengungsi tersebut terdiri dari warga masyarakat Asli Papua, para pekerja, tokoh agama, termasuk mama-mama dan anak-anak.

“Tim gabungan TNI – Polri telah kami siapkan untuk mengevakuasi warga apabila sewaktu-waktu terjadi pengungsian,” pungkas Danrem 172/PWY.

PDC-17