Pj Gubernur Tegaskan Pemda Fakfak Serius Tangani Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

IMG 20230418 WA0077
Pj Gubernur Papua Barat Drs Paulus Waterpauw,M.Si memimpin rapat koordinasi bersama pemerintah Kabupaten Fakfak Tentang penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim di Fakfak, Selasa (18/4/2023).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Fakfak– Penjabat Gubernur Papua Barat Drs.Paulus Waterpauw. M.Si menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten FakFak terkait dengan penanganan stunting dan kemiskinan Ekstrem di Kabupaten FakFak, Selasa (18/4/2023).

Rapat yang dihadiri Bupati Fakfak Untung Tamsil, Wakil Bupati Yohana Dina Hindom, Sekda, Kapolres dan Dandim, serta pimpinan OPD dari Provinsi maupun Kabupaten, Pj Gubernur menegaskan keseriusan Pemda Fakfak untuk penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim.

“Kita perlu seriusi, kalau ada intervensi barang (stunting dan kemiskinan ekstrem), ini pasti turun, kita punya masyarakat di kampung itu kita harus datang ke mereka untuk menjelaskan hal ini, Pemerintah siap membantu, karena tidak mungkin Pemerintah terus memberi perhatian , tetapi komunikasi ini penting agar masyarakat dapat memahaminya,” kata Paulus Waterpauw melalui siaran yang yang diterima media ini, Selasa (18/4/2023)

Menurut mantan Kabaintelkam Polisi ini, mainset dari masyarakat ini harus diubah secara baik,  ia berharap masyarakat  tidak hanya berharap pada pemerintah saja.

“Kita harus segera membuat pola orang tua asuh,  Pemerintah Provinsi sedang menyiapkan perdananya tetapi Kabupaten juga harus bergerak, kemarin di Bintuni kita sudah Deklarasi, saya menjadi orang tua asuh bagi lima anak stunting, saya harap Kabupaten juga membentuk tim penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, sama seperti Provinsi agar penanganan dapat berjalan dengan baik, libatkan juga pihak swasta, saya yakin kalau ini berjalan baik tiga sampai enam bulan saja dia pasti selesai, ” kata Gubernur.

Waterpauw berharap Pemerintah FAKFAK agar dapat mengerakan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk pemanfaatan gizi, Pemerintah Provinsi telah melakukan hal ini dengan memaafkan lahan disekitar kediaman Gubernur di kampung Susweni.

Untuk menjelaskan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, Gubernur mendatangkan mantan Kepala BkkBN Papua Barat,  Benyamin yang dalam pemaparannya menyampaikan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem harus dilakukan dari hilir  yakni anak- anak usia remaja.

“Untuk mengatasi stunting ini perlu dilakukan dari hilir Melakukan edukasi kepada kelompok sasaran, dan perlu melibatkan semua unsur masyakarat, Gereja dan Mesjid juga perlu dilibatkan untuk memberikan edukasi, ” ujarnya.

Sementara itu Bupati FakFak, Ismail Untung mengaku akan menindaklanjuti arahan dari Gubernur terkait dengan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem  di Kabupaten FakFak,  pimpinan OPD agar dapat menseriui hal ini untuk penanganan secepatnya

“Kita harus menyampaikan kekurangan kita,  saya akan melakukan rakor khusus dengan seluruh kepala kampung untuk membahas penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, karena lokusnya ada di kampung, kita perlu penyamaan persepsi untuk membahas ini,” tandas Bupati.

RLS

Exit mobile version