Saadiah Uluputty Inisiasi Giat Bimtek Tingkatkan Kualitas Peternak di Maluku

IMG 20230726 WA0001

Koreri.com, Ambon – Anggota Komisi IV DPR RI Saadiah Uluputty menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan bertempat di Hotel Grand Avira, Senin (24/7/2023).

Giat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas para peternak di Maluku.

Selain para peternak, pengusaha di bidang peternakan juga ikut hadir dalam Bimtek dimaksud.

Pemateri Gafar Assel dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, pihak Dinas Pertanian Kota Ambon, dan salah satu dokter hewan dr. Erdi dari Balai Besar Maros, Sulawesi Selatan dihadirkan.

Saadiah saat membuka kegiatan Bimtek tersebut mengatakan, persoalan yang sering disentil masyarakat peternak adalah masalah pemahaman dan keuletan dalam menjalankan profesi atau usaha peternakan.

Sebaliknya, masyarakat belum menjadikan usaha peternakan sebagai fokus usaha yang menjanjikan.

Persoalan rendahnya pemahaman tersebut, akui Saadiah, karena sejauh ini proses pendampingan kepada masyarakat peternak masih belum maksimal.

“Pengalaman kurang itu karena pendampingan tidak sama dengan daerah Jawa, Sulawesi dan lainnya, yang setiap program pendampingan dan bantuan peternakan langsung menyasar masyarakat. Bahkan, petugas-petugas penyuluhnya terus memberikan bimbingan,” ujarnya.

Kondisi tersebut, diakui Saadiah, juga diperparah dengan keterbatasan tenaga dokter hewan.
“Dari sisi kesehatan hewan ternak, Maluku belum banyak memiliki dokter hewan. Keberadaannya masih minim,” ungkapnya.

Politisi PKS ini mengaku, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, maka Bimtek perlu dilakukan secara merata di semua kabupaten/kota di Maluku.

“Untuk Maluku jangan dinaikan, kita masih kekurangan sumber daya manusia. Harusnya sudah ada SDM kita yang bisa dampingi masyarakat sebagai penyuluh.

Termasuk dokter hewan, itu sangat kurang, tidak mencapai 10 orang,” ujarnya.

Dengan jumlah dokter hewan yang hanya 10 orang, lanjutnya, berarti dari 11 daerah di Maluku ada daerah yang tidak memiliki dokter hewan.

Akibatnya, saat hewan terkena wabah penyakit, terutama seperti ternak ayam, para peternak sulit melakukan konsultasi ke dokter hewan.

“Tidak adanya dokter hewan. Ini kendala yang dialami daerah. Tentunya menjadi catatan untuk perlu dilakukan strategi ke depan,” sebut Uluputty.

Srikandi PKS ini memberikan masukan Kepada Dinas Pertanian Provinsi Maluku untuk terus berkoordinasi program dengan Komisi IV di Senayan, karena banyak hal yang perlu dibicarakan tentang pertanian dan peternakan di Maluku ke depan.

“Daerah lain mereka terus datang ke Komisi IV. Sementara Maluku belum pernah,” sahut Saadiah.

Sementara dalam sesi tanya jawab Bimtek, para penanya umumnya menyentil soal bahan pakan makanan ternak ayam di Maluku masih sangat mahal dan terkadang langkah.

“Kami sejauh ini masih konsumsi telur ayam dari luar daerah, karena ayam ternak peliharaan kami tidak bisa berlangsung lama, makanan mahal, sudah begitu terkadang langkah,” sebut Ibrahim Salase, salah satu peserta yang juga pengusaha ternak kepada Pemateri Gafar Assel dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku.

Salase berharap lewat Bimtek ini perlu dicari solusi agar makanan ayam di Maluku bisa menjadi perhatian, terutama harganya harus sama dengan daerah lain, murah dan tidak langkah.

“Kalau di daerah lain pakan ternak murah dan mudah didapatkan. Bahkan, bila perlu harus diberikan subsidi ke masyarakat,” tandasnya.

Peserta lainnya, Ibrahim, pengusaha peternakan ayam di Desa Rumah Tiga Kota Ambon, juga meminta metode pemeliharaan dan pendampingan pengusaha peternak agar cepat bertelur. Karena proses pertumbuhan ayam kampung di Maluku beda dengan di daerah Jawa.

“Di daerah Jawa mereka menggunakan asupan makanan ayam yang tepat, sehingga cepat berkembang biak. Kita di Maluku tidak berkembang biak, ayam sampai bertahun tahun. Padahal daerah lain tidak memakan waktu lama seperti itu. Saya kira ini yang harus menjadi perhatian,” ungkapnya.

RIL