Koreri.com, Sorong – Akibat perkembangan zaman yang dipahami secara keliru, marak anak-anak muda di wilayah Sorong, Papua Barat Daya seolah terhipnosis melakukan pesta hura-hura pada dini hari atau subuh secara terstruktur, sistematis dan masif akhir-akhir ini.
Aktivitas yang mengarah ke hal negatif itu melibatkan hampir 95 persen anak muda asli Papua dan sangat meresahkan masyarakat Sorong Raya.
Ketua Klasis GKI Sorong Pdt Jeane Haurisa, S.Th dalam tatap muka bersama Kapolda Papua Barat Irjen. Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A di Gedung Lamberth Jitmau, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (12/8/2023) menyampaikan keresahan umat Tuhan terkait budaya luar yang mempengaruhi anak-anak muda Papua ini. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap akhlak generasi muda Papua maupun Nusantara di tanah Malamoi tersebut.
Dalam tatap muda bersama Kapolda DTM itu Pdt Jeane Haurisa mengutarakan bahwa dirinya melihat langsung pesta anak muda pada malam hari itu berlangsung di wilayah dekat kantor Klasis GKI Sorong. Ironisnya didominasi anak-anak pelajar asli Papua.
Acara ramai-ramai yang digalakan anak muda membentuk panitia kecil itu dilaksanakan berpindah-pindah tempat dengan mewajibkan setiap setiap peserta membayar nilai iuran bervariasi, diduga pesta itu mengarah ke praktek seks bebas.
“Bapak Kapolda, saya mau sampaikan bahwa pesta anak muda di wilayah Sorong ini sangat meresahkan masyarakat sehingga butuh ketegasan dari kepolisian agar kegiatan seperti itu dihentikan. Kalau tidak, dapat merusak moral dan akhlak anak bangsa di wilayah Sorong, Papua Barat Daya,” sahut Pdt Jeane Haurisa.
Keluhan yang sama juga disampaikan tokoh perempuan Moi Orpa Osok. Ia meminta Kapolda Daniel Tahi Monang untuk segera menghentikan pesta tak bermoral itu di wilayah hukum Polresta Sorong Kota.
Keresahan masyarakat Sorong raya itu langsung direspon positif Irjen Daniel.
Dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jenderal polisi bintang dua itu telah menginstruksikan kepada Kapolresta Sorong Kota untuk menindak tegas kelompok-kelompok pelaksana pesta muda-mudik itu.
Dikatakannya bahwa pesta ini menjadi tren di anak muda karena bukan saja di Sorong Raya tetapi Kabupaten Manokwari juga sudah mulai bereaksi dengan kegiatan sepertii tu. Namun Kapolresta Manokwari sudah mengambil langkah tegas membubarkan aksi pesta di dini hari atau subuh itu.
“Disini (Kota Sorong) saya sudah perintahkan Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy bersama jajarannya untuk membentuk tim khusus melakukan identifikasi dan kalau diperingatkan tidak mau kemudian masih melanjutkan lagi maka diambil tindakan tegas dan terukur membubarkan mereka, masyarakat komplain sangat mengganggu,” tegas Kapolda.
Lebih lanjut dikatakannya, setelah pesta berlangsung orang-orang yang mengikuti pasti disuguhi minuman keras dan menjadi tidak tahu diri. Maka tindakan tegas pasti akan dilakukan serta panitia pelaksana harus diinterogasi secara mendalam untuk mengetahui motif dari kegiatan ini.
Dikatakan Irjen DTM kepada Kapolresta untuk tim khusus langsung dibentuk dan langsung melaksanakan tugas pada Sabtu (12/8/2023) malam minggu ini.
KENN












