as
as

30 Atlit Papua Barat Daya Siap Tampil di PON Aceh dan Sumut 2024

IMG 20230908 WA0001
Ketua Harian KONI Papua Barat Daya Abu Bakar Gusti didampingi Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi Waskito Aji Suryo Putro saat menyampaikan keterangan pers di Sorong Cafe Km 9, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis(7/9/2023) malam.(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Sorong– Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Papua Barat Daya (KONI PBD) menampilkan 30 atlit pada pekan olahraga nasional (PON) XXI tahun 2024 yang berlangsung di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara bulan september nanti.

Ketua Harian KONI Papua Barat Daya Abu Bakar Gusti menegaskan bahwa 30 atlit yang siap berlaga membawa nama Provinsi ke-38 ini sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan KONI Pusat.

ABG sapaan akrab ketua harian KONI Papua Barat Daya menjelaskan hasil pertemuan bersama dengan KONI pusat pada tanggal 4 dan 5 september 2023 lalu di Jakarta, bahwa kriteria setiap Atlit yang dipersiapkan yang dipersiapkan KONI daerah otonomi baru harus mereka yang sudah mengikuti kejuaraan nasional dan mendapat juara 1,2 dan 3.

Pertemuan ini juga sekaligus dilakukan verifikasi pengajuan daftar atlit bersama KONI induk baik Papua maupun Papua Barat dengan daerah otonomi baru (DOB).

“Kita crosscheck daftar pengajuan atlit yang akan tampil di PON Aceh dan Sumut tahun 2024 mendatang. Jangan sampai ada nama daftar atlit yang diajukan oleh Papua Barat Daya ternyata juga ada namanya di KONI Papua Barat selaku KONI induk. Nah pertemuan KONI Papua Barat dan Papua Barat Daya dilakukan langsung di rumah Ketua Umum KONI Pusat. Kita mendapat perhatian istimewa, sedangkan pertemuan KONI lainnya dilakukan dikantor pusat KONI,” ungkap ABG didampingi Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Papua Barat Daya Waskito Aji Suryo Putro saat menyampaikan keterangan pers di Sorong Cafe Km 9, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis(7/9/2023) malam.

IMG 20230908 044051Lebih lanjut dijelaskan Abu bakar Gusti dalam presentase pengajuan atlit dari 176 dilakukan verifikasi berdasarkan prestasi dalam artian pernah ikut kejuaraan nasional dan berprestasi. Kemudian adanya regulasi dari KONI berupa surat undangan nomor 1200/KONI.1/VIII/2023 untuk pengajuan atlit dari yang pernah berprestasi di kejuaraan wilayah dirubah kepada atlit yang berprestasi pada kejuaraan nasional.

“Jadi sebelumnya telah ada dua kali pertemuan di KONI Pusat. Nah dua kali pertemuan data atlit masih mentah. Tapi pertemuan terakhir kemarin dari total semuanya ada 34 atlit yang diajukan dan dibawa dari daerah untuk  cabang olahraga perseorangan yang mendapat wild card untuk DOB,” urainya.

Menurutnya 34 nama atlit yang diajukan masing-masing dari cabang olahraga (cabor) atletik, karate, sambo, kick boxing, kempo, judo, pencak silat,taekwondo dan tinju yang memenuhi persyaratan. Dimana atlit-atlit dari cabor pernah berprestasi pada kejuaraan nasional. Oleh karena itu cabor lainnya yang atlitnya tidak lolos dalam verifikasi, dikarenakan tidak memenuhi persyaratan yang diberikan dari KONI Pusat. Ditambahkan pula bahwa KONI DOB adalah KONI Persiapan PON.

“Pengajuan nama atlit kita ada dua opsi yang diajukan ke KONI Pusat yakni opsi pertama 34 atlit dan opsi kedua 45 atlit. Akan tetapi semua keputusan diambil oleh KONI Pusat. Tapi kembali lagi yang diambil hanya 30 atlit itupun harus sesuai persyaratan dari KONI Pusat yakni atlit yang juara atau berprestasi pada kejuaraan nasional. Nah 30 atlit ini juga akan dikoordinasikan KONI Pusat dengan Pengurus Besar Cabor masing-masing. Kemudian dilakukan teknikal delegued mulai dari KTP atlit dan sebagainya. Ini yang harus kami sampaikan khusus kepada semua pecinta olahraga di Papua Barat Daya dan masyarakat umumnya,” sahutnya.

IMG 20230908 044131Atlit Karate ini menegaskan, jatah wild card 30 orang atlit diluar dari babak kualifikasi (BK). Kemudian ada 1 cabor dari Papua Barat Daya yakni IMI Papua Barat Daya sebenarnya mendapatkan wild card.Akan tetapi PB IMI menolak wild card, karena keterbatasan nomor start. Dengan demikian semua DOB termasuk daerah induk atau provinsi lainnya di seluruh Indonesia harus mengikuti BK. Dari 8 nomor yang dipertandingkan, dimana 7 nomor dari Papua Barat Daya lolos BK.

“Kita ada penambahan 4 atlit orang atlit dari IMI yang ikuti BK. Tapi perlu diketahui untuk ikut BK seluruh biayanya menjadi tanggung jawab dari cabor IMI Papua Barat Daya. Karena KONI PBD tidak membiayai BK atau Pra PON. Jangan salah persepsi IMI PBD ikut BK, dengan memakai biaya mereka sendiri. Jadi  sekali lagi kita sampaikan, bukan kita yang putuskan atlit yang akan tampil di PON 2024 mendatang. Tapi dari pusat, kita hanya mengajukan sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh KONI Pusat,” bebernya.

KENN

as

as