as
as

Cabor Wild Card Ancam Mundur dari PON XXI, Ini Penegasan KONI PBD

Ketua Harian Cabor Kick Boxing PBD Dede Yakobus, S.Sos., M.H (kiri) - Ketua Harian KONI PBD Abu Bakar Gusti / Foto : Ist
Ketua Harian Cabor Kick Boxing PBD Dede Yakobus, S.Sos., M.H (kiri) - Ketua Harian KONI PBD Abu Bakar Gusti / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Sejumlah cabang olahraga (Cabor) dari Provinsi Papua Barat Daya (PBD) yang mendapat Wild Card untuk bertanding di PON XXI Aceh – Sumatera Utara pada September 2024 mendatang mengancam mundur alias tidak mengikuti ajang itu.

Ancaman mundurnya sejumlah cabor tersebut akibat belum adanya kejelasan anggaran hibah dari Pemerintah Provinsi PBD untuk membiayai para atlet mengikuti pemusatan latihan daerah (Puslatda).

Pasalnya, gelaran olahraga terakbar nasional itu terhitung tinggal 3 bulan lagi.

Ketua Harian Cabor Kick Boxing PBD Dede Yakobus, S.Sos., M.H menyampaikan kekecewaannya karena menjelang pelaksanaan PON yang tinggal tiga bulan lagi, persiapan atlet masih sangat minim.

Akibat proses pelatihan yang tidak berjalan maksimal juga dukungan anggaran tidak jelas.

Pihaknya sudah mengkonfirmasi ke KONI PBD namun anggaran hibah dari Pengprov belum ada. Hal ini nurutnya akan sangat berpengaruh pada perolehan dan target medali.

“Periode yang kita kerja untuk menuju PON XXI, persiapan mulai dari TC umum sampai TC khusus itu ketinggalan. Saya mau katakan bahwa kami datang di Papua Barat Daya dengan harapan daerah kami lebih baik memperhatikan kami dari daripada kami di DKI Jakarta. Artinya kami ingin berkontribusi untuk daerah sendiri dan sebagai anak Papua ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi,” keluh Dede dalam keterangan persnya kepada wartawan di Sorong, Senin (27/5/2024).

Mantan atlet boxing ini mengharapkan ada perhatian khusus dari Pj Gubernur yang juga Ketua umum KONI PBD Dr Muhammad Musa’ad,M.Si untuk menjawab kendala yang dihadapi para atlet yang akan tampil membela DOB ke 38 itu di Aceh – Sumut nanti.

“Kami ini atlet yang punya prestasi sampai kancah internasional dan pernah membawa timnas Indonesia. Jadi kami harap KONI Papua Barat Daya didukung supaya cabor-cabor diperhatikan terutama atlet bela diri,” pungkasnya.

Menanggapi pernyataan sikap sejumlah cabor yang mengancam mundur, Ketua Harian KONI PBD Abu Bakar Gusti menegaskan, pihaknya akan berupaya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah setempat dalam rangka dukungan anggaran hibah.

Dirinya akan berupaya berkoordinasi dengan Pj Gubernur yang juga Ketua Umum KONI PBD untuk mempercepat pencairan anggaran hibah bagi atlet yang mengikuti PON XXI Aceh-Sumut bulan September 2024.

“Saya minta cabor bersabar ya, karena sampai saat ini kami KONI PBD belum terima sedikit pun anggaran hibah dari Pemerintah daerah, padahal kita sudah rencanakan pelaksanaan puslatda atlit ini dari bulan januari namun terbentur dengan anggaran dari Pemerintah daerah kepada KONI. Kita sudah bermohon tapi sampai saat ini belum ada realisasi,” ungkap Abu Bakar Gusti.

Pria yang akrab disapa ABG ini menjelaskan, informasi dari Kepala Badan Keuangan PBD pada tanggal 21 Mei 2024 lalu Pemerintah pusat telah mentransfer ke daerah dan selanjutnya akan dibagikan kepada OPD lingkup Pemprov setempat.

“Kami KONI juga tidak tahu kapan dana hibah diserahkan dari Pemerintah daerah untuk kami lanjutkan kepada cabor-cabor untuk melakukan pemusatan latihan daerah,” ujarnya.

Mantan atlet nasional bela diri ini membantah KONI PBD sudah menerima dana hibah dari Pemerintah pusat.

“Silahkan saja cek rekening KONI PBD di Bank Papua supaya jangan ada fitnah diantara kita,” tegasnya.

KENN

as

as