as
as

Bawaslu Tetapkan 5 Besar Indikator TPS Rawan Paling Tinggi di Papua Barat

IMG 20240212 WA0082

Koreri.com, Manokwari– Berdasarkan edaran Bawaslu RI Nomor 4 Tahun 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat merilis indikator Tempat Pemungutan Suara (TPS) Rawan.

Press release TPS rawan tinggi hingga paling tinggi ini berlangsung di kantor sekretariat Bawaslu Provinsi Papua Barat, Senin (12/2/2024).

Ketua Bawaslu Papua Barat Elias Idie mengatakan sebagai upaya pencegahan, tugas Bawaslu melakukan identifikasi dan pemetaan potensi kerawanan pada 1.923 TPS yang tersebar di 7 Kabupaten se Papua Barat.

“Basis data kita dari Pengawasan sejak 20 bulan tahapan kampanye, pemutakhiran pemilih, laporan pengawasan dari Bawaslu tingkat bawah, dan report kejadian pada Pemilu 2019,” Jelas Elias Idie dalam keterangannya.

Dijelaskan Idie bahwa pihaknya menggunakan 7 Fariable dan 22 indikator untuk menentukan kerawanan TPS, berdasarkan indikator tersebut Bawaslu menetapkan 5 besar indikator TPS yang memiliki kerawanan paling tinggi.

Pertama, Terdapat potensi pemilih memenuhi syarat namun tidak terdaftar di DPT (Pemilih DPK) sebanyak 807 TPS.

Kedua, Terdapat Pemilih DPT yang sudah tidak memenuhi syarat (meninggal dunia, alih status TNI/Polri, dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan) sebanyak 414 TPS.

Ketiga, Terdapat kendala jaringan internet di TPS, Sebanyak 205 TPS

Keempat, Terdapat Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) sebanyak 192 TPS.

Kelima, Terdapat kendala aliran listrik di TPS, sebanyak 178 TPS.

Elias mengharapkan, Sejumlah TPS yang masuk dalam kategori Rawan mendapatkan atensi khusus baik dari penyelenggara, pemerintah daerah serta pihak keamanan diwilayahnya masing-masing.

“Untuk langkah mitigasi tidak hanya pengawas TPS yang ada di lokasi rawan tersebut kita perintahkan PKD dan Panwascam juga ikut dalam pengawasan, Kami juga meminta atensi dari Kabupaten kota, terutama dari sisi keamanan dan dari sisi netralitas penyelanggara, ASN dan TNI/Polri,” tandas ketia Bawaslu.

Dengan indetifikasi dan pemetaan yang dilakukan Bawaslu, Elias Idie berharap dapat dijadikan acuan untik pelaksanaan pemilihan umum yang lebih baik pasa 14 februari 2024 mendatang.

RED

as