Koreri.com, Sorong– Forum pencari kerja orang asli papua (Pencaker OAP) Provinsi Papua Barat Daya telah membuka sensus pendataan melalui link untuk mendata semua generasi muda Papua yang selama ini belum mendapat lapangan kerja mulai dari tanggal 1 sampai 31 Maret 2024.
Namun Forum Pencaker kembali memperpanjang sensus pendataan orang asli papua itu sampai tanggal 10 April 2024 yang diputuskan dalam rapat internal selanjutnya ditutup.
Ketua Pencaker orang asli papua Provinsi Papua Barat Daya Jolvyn F Kareth. S.Hut menjelaskan, data sensus pendataan itu akan dirampung setelah dibahas dalam rapat internal kemudian akan diserahkan langsung kepada pemerintah provinsi PBD untuk melihat arah kebijakan.
“Terkait dengan nasib anak asli papua yang selama ini sudah menyelesaikan Sarjana, atau SMA/ SMK, pemerintah dapat melihat dan membuka lapangan pekerjaan, apalagi di Kabupaten Sorong akan ada dua investasi besar pasti menyerap 3000 tenaga kerja, pemerintah daerah dapat memprioritaskan OAP,” kata Jolvyn F Kareth. S.Hut kepada koreri.com di Kota Sorong, Jumat (5/4/2024).
Mantan Sekjen BEM Universitas Papua ini mengatakan, antusias pencaker OAP sangat tinggi terbukti dengan animo mereka mendaftar di link yang telah disebarkan.
Oleh karena itu Forum yang dipimpinnya itu akan merampungkan semua data dan akan disampaikan secara terbuka setelah menyerahkan kepada pemerintah daerah sebagai aspirasi supaya menjadi prioritas pada saat penerimaan tenaga kerja baik ASN maupun swasta. Data pencaker OAP akan diserahkan kepada pemerintah daerah Provinsi Papua Barat Daya setelah libur lebaran 1445 Hijriyah.
Jolvyn mengingatkan kepada pemerintah daerah Papua Barat Daya terkait dengan informasi penerimaan CPNS tahun 2024 sebanyak 800 formasi secara nasional, pencaker OAP diberikan kesempatan untuk membangun daerahnya sendiri dengan memberikan kuota kepada mereka.
“Karena mengundang teman-teman pencaker OAP yang sudah masukan data agar hadir dalam rapat bersama forum ini pada tanggal 10 April 2024 untuk mengatur langkah selanjutnya, kami minta dukungan dari tokoh-tokoh adat, tokoh pemuda, gereja, lintas suku serta semua pihak untuk membantu kami generasi Papua mendorong aspirasi ini,” harap Jolvyn.
Wadah yang menggagas kepentingan pencari kerja orang asli papua di Provinsi Papua Barat Daya telah bertemu dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi pada bulan September 2023 lalu terkait dengan Job Fair yang dibuka dari 46 perusahan namun hingga saat ini Jolvyn bersama rekan-rekannya belum menerima informasi lanjutnya.
Hal ini sangat disayangkan Jolvyn Kareth karena sampai bulan april 2024 hasilnya belum diumumkan pihak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat Daya, padahal forum pencaker OAP sudah menyerahkan data kepada pemerintah daerah melalui OPD terkait.
“Hal ini juga akan kami pertanyakan kepada pemerintah daerah saat menyerahkan data pencaker OAP setelah lebaran nanti,” tegasnya.
KENN












