Pieters Kondjol Apresiasi Pernyataan Bupati Sorsel : Saatnya Anak Tehit Pimpin Daerahnya Sendiri

Pieters Kondjol, S.E., M.A (Foto : Istimewa)
Sekretaris Fraksi Persatuan Nurani Indonesia DPR PBD Pieters Kondjol / Foto : Ist

Koreri.com, Teminabuan– Bupati Sorong Selatan dalam keterangan resminya belum lama ini menyampaikan kepemimpinan Kabupaten Sorong Selatan periode 2024-kondj 2029 akan diberikan kepada Anak Tehit.  Pernyataan orang nomor satu di negeri 1001 sungai ini mendapat apresiasi dari Ketua tim pemenangan bakal calon Bupati Ir. Heri GN Saflembolo, S.T.,M.T yang juga legislator senior dan tokoh Intelektual orang Tehit yang sudah miliki segudang pengalaman di dunia politik, Pieters Kondjol,S.E.,M.A.

“Saya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas pernyataan yang memberikan restu dan penghargaan agar Kabupaten Sorong Selatan 5 tahun ke depan dipimpin oleh Anak-anak Tehit diatas negerinya sendiri sebagai konsukensi menjadi Tuan di negerinya sendiri,” tulis Kondjol dalam keterangan persnya kepada media ini, Sabtu (13/4/2024)

Mantan Ketua DPR Provinsi Papua Barat periode 2014 – 2019 ini menghaharapkan adanya dukungan dan penghargaan kepada Orang Tehit yang akan maju dan bertarung dalam Pilkada serentak di tanggal 27 November 2024 nanti.

Calon Anggota DPR  Provinsi Papua Barat Daya Terpilih periode 2024 – 2029 itu juga menjelaskan bahwa kebenaran sejarah kepemimpinan di Negeri 1001 sungai ini mengikuti sejarah masuknya Pekabaran Injil di Tanah Tehit, dimana saudara-saudara dari Maluku yang pertama membawa Injil Terang ke Wilayah Imekko dan kemudian Injil dari wilayah Imekko dibawa masuk ke tanah Tehit pada tahun 1927,  dan terbukti bahwa Bapak Drs. Otto Ihalauw, MA (Putra Terbaik Asal Maluku) yang menjadi Bupati Pertama sejak Kabupaten Sorong Selatan terbentuk pada tahun 2003 hingga tahun 2015 (Menjadi Bupati selama 12 tahun),

“Kemudian Bapak Samsudin Anggiluli (Putra Terbaik Imekko) melanjutkan kepemimpinan sebagai Bupati di Kabupaten Sorong Selatan dari tahun 2015 hingga tahun 2025 nanti dan merupakan representasi orang Imekko menjadi Bupati dan Wakil Bupati selama 20 tahun (terhitung dari Bapak Tom Dedaida menjadi Wakil Bupati dari Tahun 2005 – sampai Tahun 2010, dan Bapak Samsudin Anggiluli jadi Wakil Bupati dari Tahun 2010 – sampai Tahun 2015, dan Bapak Samsudin Anggiluli jadi Bupati dari Tahun 2015 – Tahun 2025 nanti), artinya sejarah tergenapi,” ujarnya.

Merespon hal ini, menurut Pieters Kondjol yang sering disapa Pace PK yang adalah Politisi Anak Tehit yang memasuki 4 Periode di kursi legislative ini, sudah 22 tahun terbentuknya Kabupaten Sorong Selatan ini, Orang Tehit belum berkesempatan menjadi Bupati atau menjadi Kepala daerah (walau Bapak Martinus Salamuk pernah jadi Wakil Bupati 1 Periode di tahun 2015 – 2020) di Negerinya sendiri, bahkan beberapa kali Putra-putra Tehit terbaik ikut proses Pilkada secara Demokratis sejak Tahun 2005, Pilkada Tahun 2010, Pilkada Tahun 2015, dan Pilkada Tahun 2020.

Mungkin masih ingat beberapa orang Putra terbaik Anak Tehit yang belum berkesempatan maju di Pilkada Sorong Selatan seperti Drs. Hengky Momot (Alm) di Pilkada 2005, Dance Yulian Flassy (Alm) di Pilkada 2010, Yunus Saflembolo (Pilkada 2010 dan Pilkada 2020), Yance Salambauw bahkan Pace PK sendiri di Pilkada 2020.

“Kami sangat menghargai Kepemimpinan Bapak Drs, Otto Ihalauw, MA dan Bapak Samsudin Anggiluli, SE sebagai tokoh penting dalam sejarah pemerintahan diatas negeri 1001 sungai ini, karena banyak sekali karya dan bhakti nyata dalam Pembangunan yang telah dinikmati rakyat di Kabupaten Sorong Selatan selama 22 Tahun ini,” sebutnya.

Pilkada serentak Tahun 2024 semakin dekat di depan mata sebagai seorang politisi senior di kalangan Orang Tehit Pieters Kondjol berpandangan serta mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas pernyataan Bapak Bupati Sasudin Anggiluli yang memberikan restu dan penghargaan agar Kabupaten Sorong Selatan 5 tahun ke depan dipimpin oleh Anak-anak Tehit diatas negerinya sendiri sebagai konsukensi menjadi tuan di negerinya sendiri, sehingga biarkanlah Anak-Anak Tehit bertarung sendiri di negerinya.

Walaupun saat ini Hiruk pikuk politik mulai terhembus dan bahkan ramai terdengar bahwa ada sekian banyak Putra terbaik yang ingin maju dan mengambil alih kepemimpinan Kepala daerah Kab. Sorong Selatan di Pilkada Tahun 2024 ini, sebut saja yang bukan anak Tehit seperti Sekda Kabupaten Sorong Selatan Dance Nauw, Kepala Dinas PUPR Alfius Way sebaiknya dengan jiwa besar, ksatrianya dan sebagai anak adat Maybrat yang hebat tidak usah maju bertarung di Pilkada Sorsel Tahun 2024 dan biar mendukung putra-putra Tehit bertarung diatas tanah adatnya sendiri (Walaupun semua punya hak Politik yang sama dalam berdemokrasi).

Pace PK sapaan akrab Pieters Kondjol berharap, stop kembangkan opini publik bahwa cukup 1 orang Tehit saja yang maju di Pilkada 2024 di kabupaten Sorong Selatan, berikan kesempatan kepada mereka sendiri untuk bertarung merebut kursi 01 pemerintahan kabupaten Sorong Selatan.

“Artinya jika anak-anak Tehit sendiri yang diberi ruang untuk maju dan bertarung menjadi Bupati di Pilkada 2024, maka siapapun dari  mereka yang menjadi Bupati adalah adalah anak-anak Tehit juga too, marilah kita saling menghargai diatas negeri 1001 sungai ini,” tutupnya.

RLS

Exit mobile version