Koreri.com, Sorong – Sektor pendidikan saat ini menjadi persoalan besar yang butuh perhatian semua pihak di Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Barat Daya.
Ketimpangan itu sangat dirasakan khususnya pada wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Tanah Papua, lebih khusus lagi di provinsi ke 38 di Republik Indonesia ini.
Wakil Ketua komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya (DPRP PBD) David Sedik menegaskan bahwa persoalan pendidikan jangan dipandang sebelah mata.
Pasalnya, jika ingin generasi muda Papua maju terutama di wilayah 3T maka peningkatan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga pengajarnya juga ditingkatkan.
Karena selama ini menurut Wakil Rakyat Komisi IV DPRP PBD yang membidangi pendidikan bahwa disana (3T, red) belum tersentuh secara maksimal.
“Ketimpangan pendidikan dan kesejahteraan Guru, sarana dan prasarana serta peningkatan SDM tenga pengajar di wilayah 3T,” ungkap David Sedik kepada Koreri.com, Sabtu (2/5/2026).
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menurut David Sedik belum dirasakan para pahlawan tanpa tanda jasa di wilayah 3T, khususnya di Papua Barat Daya.
Karena selama ini pelayanan pendidikan belum berjalan dengan baik bahkan sangat lambat karena masalah ketimpangan kurangnya perhatian Pemerintah daerah.
“Perlu adanya intervensi program dan anggaran dari Pemerintah pusat dan Provinsi Papua Barat Daya di wilayah 3T,” harap mantan Anggota DPR Kabupaten Tambrauw itu.
Melalui momen Hardiknas tahun ini, Pemerintah daerah diminta melakukan evaluasi terhadap masalah ketimpangan pendidikan di daerah yang membutuhkan perhatian serius.
Pemerintah Provinsi PBD diminta mempersiapkan program khusus untuk meningkatkan sumber daya manusia orang asli Papua (SDM OAP) demi terwujudnya Papua Cerdas 2045.
KENN
