Apresiasi DAS Tehit Tetapkan 7 Figur Masuk Bursa Pilkada Sorsel, Ini Harapan Kondjol

Pieters Kondjol, S.E., M.A (Foto : Istimewa)
Sekretaris Fraksi Persatuan Nurani Indonesia DPR PBD Pieters Kondjol / Foto : Ist

Koreri.com, Teminabuan – Dewan Adat Suku (DAS) Tehit yang diketuai Michael Momot telah berembuk dan akhirnya menetapkan 7 putra/putri terbaiknya untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sorong Selatan (Sorsel) 27 November 2024 nanti.

Ketujuh figur tersebut masing-masing Jonathan J. Thesia, SE, MSi, Ir Heri GN Saflembolo, ST., MT, Yance Salambauw SH., MH, Yakob Thesia , S.Pd, Drs. Alfons Sesa, MM, Drs. Marthinus Salamuk dan Petronela Krenak, S.Sos.

Atas penetapan itu, politisi senior Tehit Pieter Kondjol menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja tim 5 yang dikoordinir DAS Tehit mengakomodir seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sorsel terutama di wilayah daratan baik di pesisir hingga pegunungan.

“Ini menunjukkan adanya sebuah kesepahaman bahwa mungkin ini tahun emas bagi kami suku Tehit untuk bagaimana untuk menjadi tuan di negeri kami sendiri artinya bisa menjadi petarung di tanah kami sendiri, di dusun kami sendiri,” ungkapnya kepada Koreri.com, Baru-baru ini.

Menurut Pieter, hal ini berangkat dari pengalaman sejarah dan ada komitmen dari Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli sendiri.

“Dalam beberapa kesempatan, beliau sudah menyampaikan di mana-mana bahwa tahun 2024 ini adalah kesempatan bagi putra-putri Tehit terbaik untuk bagaimana bisa menjadi kepala daerah, menjadi Bupati di wilayah ini,” imbuhnya.

Bagi Pieter, hal ini sebagai bentuk akumulasi terkait kepemimpinan di Sorsel.

Pertama, Otto Ihallauw pernah menjadi Bupati di Sorsel selama dua periode yaitu 10 tahun. Bahkan jadi carateker selama dua tahun sehingga total kurang lebih 12 tahun ia berkuasa.

“”ni sejarah bahwa pertama kal, saudara-saudara kita dari Maluku yang membawa Injil di negeri ini mulai dari Imeko kemudian mereka datang ke sini pada tahun 1927,” urainya.

Dan setelah itu, giliran orang Imeko yaitu Syamsudin Anggiluli menjadi Bupati Sorsel.

“Maka harapan kami, sejarah ini akan terulang untuk kami orang Tehit sehingga dalam pertemuan tadi kami sepakat bahwa nanti kita harus menjadi Bupat ke depan yang kemudian kurang lebih ada 7 figur nantinya pasti akan menjadi tiga atau dua figur,” harapnya.

Dikatakn Pieter, ini adalah momen pesta demokrasi dan pihaknya tidak bisa melarang yang lain dan mengklaim anak-anak yang Tehit yang terbaik.

“Tapi kami berharap biarlah anak-anak Tehit yang bertarung melawan anak-anak Tehit sendiri. Walaupun mereka lima, tujuh atau beberapa banyak tapi ruang ini adalah ruangan anak-anak Tehit yang bertarung sendiri hari ini,” sambungnya.

Pieter kemudian menyinggung figur lainnya dari Maybrat terutama Dance Nauw dan emudian Alfius Howay.

“Beliau berdua ini juga kan saudara sepupu kita ya orang tua beradik kakak kandung. Mungkin di bagian ini kami secara kekeluargaan sudah menyampaikan bahwa sebagian anak-anak Maybrat yang sudah lama hidup di Teminabuan ini kiranya memberikan kesempatan kepada anak-anak Tehit ini untuk bagaimana maju dalam konstelasi politik ada di Kabupaten Sorong Selatan untuk periode 2024- 2029,” pintanya.

Dijadwalkan proses pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di KPU akan berlangsung 27 – 29 Agustus 2024.

“Jadi harapan kami sebagai ketua tim sukses dan saya sebagai politisi senior untuk suku besar Tehit di wilayah ini sangat berharap untuk saudara kami yang dari Maybrat yang sudah lama ada di Teminabuan ini, berilah kesempatan bagi kami juga untuk sama-sama membangun Sorong Selatan ini. Yang pasti kami akan tetap akan melibatkan mereka dalam pemerintahan karena tujuannya adalah kita bangun Sorong Selatan ini menjadi jauh lebih bagus,” pungkasnya.

ZAN

Exit mobile version