Koreri.com, Ambon – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon terus berkomitmen penuhi hak pendidikan anak.
Salah satunya dengan memfasilitasi satu anak yang masih terdaftar di sekolahnya untuk mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2024/2025 .
Pelaksanaan ujian sendiri berlangsung selama dua hari dengan pengawalan oleh petugas LPKA Ambon.
Proses anak binaan dalam mengikuti ujian pada sekolah asalnya itu dilakukan sesuai prosedur yang berlaku antara lain berdasarkan surat yang di terima dari sekolah, disposisi untuk sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Dan apabila disetujui maka direkomendasikan untuk pelaksanaan untuk mengikuti ujian
“Pendidikan mereka harus tetap berjalan, jangan terputus hanya karena kasus yang mereka alami yang mengakibatkan mereka harus ada di LPKA Kelas II Ambon,” tandas Kepala LPKA Kelas II Ambon,Taufik Rachman kepada media ini diruang kerjanya Ambon, Sabtu (20/4/2024 ).
LPKA Kelas II Ambon, sambung dia, telah melakukan kerjasama dengan sekolah asal dari anak- anak binaan yang merupakan siswa dari sekolah tersebut agar mereka dapat melanjutkan pendidikan mereka dengan baik.
“Kami juga telah melakukan kerjasama dengan Sanggar Kegiatan Belajar ( SKB) Kota Ambon untuk melakukan kejar paket bagi anak binaan di LPKA yang putus sekolah,” tambahnya.
Sebagai pimpinan LPKA Ambon, Taufik akan memfasilitasi pendidikan mereka dan berikan kesempatan untuk mereka terus belajar serta melanjutkan sekolah jangan sampai terputus.
Harapannya agar anak-anak binaan tetap dapat mengikuti pendidikan baik secara formal maupun informal dan kepada pihak sekolah agar mau menerima keberadaan mereka.
“Bagaimanapun juga mereka adalah tunas- tunas bangsa yang mempunyai harapan di masa depan atau masa yang akan datang sebab pendidikan terhadap anak adalah prioritas dari LPKA Ambon,” pungkasnya.
Untuk di ketahui anak yang mengikuti kejar paket A sebanyak 2 orang, untuk paket B ada satu orang anak dan paket C awalnya sebanyak 9 orang anak.
Namun berhubung yang 5 orang anak telah bebas maka tinggal 4 orang anak binaan yang ikut paket C.
JFL












