Koreri.com, Jayapura – Seorang Guru Honorer berinisial MA (53) pada salah satu Pondok Pesantren di Koya, Distrik Muara Tami menjadi pelaku kekerasan seksual atau pencabulan terhadap lima anak muridnya.
MA yang juga berstatus seorang duda itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Jayapura Kota atas aksinya mencabuli 5 muridnya itu.
Sementara sesuai SOP, para korban dijamin oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura yang membidangi perlindungan anak telah dilibatkan.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Victor Mackbon, mengatakan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi terkait perlindungan dan bantuan hukum terhadap para korban, baik dari LPSK juga dari pihak Pemkot Jayapura.
“Perlu disampaikan, untuk modus operandi yang dilakukan pelaku bahwa anak-anak ini atau para korban berada dibawah ancaman, dimana korban merupakan murid dan diancam akan diberikan nilai jelek bila tidak melakukan permintaannya,” kata Kapolresta Kombes Victor Mackbon dalam keterangan persnya di Mapolresta, Jumat (17/5/2024).
Dikatakan, pelaku memaksa para korban, bahkan ada yang diancam menggunakan alat tajam.
“Namun karena merasa sebagai murid, maka mereka mengikuti kemauan pelaku, modus tersebut terus dilakukan berulang oleh pelaku kepada korban-korbannya,” tambahnya.
Kapolresta menyampaikan, ada salah satu korban yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya, hingga dilanjutkan ke pihak Kepolisian kemudian dilakukan upaya-upaya penyelidikan dan kini telah berkembang ke tingkat penyidikan.
“Pengakuan pelaku, ia melakukan perbuatannya ke masing-masing korban hanya sekali, namun hal tersebut masih akan terus didalami dan dikembangkan oleh pihak penyidik,” kata Kapolresta Victor Mackbon.
Pihak Kepolisian akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku termasuk apakah mungkin pelaku memiliki kelainan atau penyimpangan dalam memenuhi hasrat seksualnya.
“Masing-masing korban berusia 12 hingga 14 tahun, dan semuanya masih ditingkat SMP, untuk TKP dilakukan di rumah pelaku, ada juga di lingkungan Pesantren dan di Kebun sekitar Pesantren,” pungkasnya.
TIM