Koreri.com, Jayapura – Siswa SMA Kesehatan Kabupaten Biak terpilih mewakili Provinsi Papua mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Jakarta tahun ini.
Total peserta yang terlibat mencapai 1000 orang se-Indonesia dengan mengikuti lomba atletik, karate, pencak silat, renang, bulu tangkis (O2SN) dan nyanyi solo, musik tradisional, tari kreasi, gitar solo, film pendek, monolog dan kriya (FLS2N).
Untuk perwakilan dari Provinsi Papua sebanyak 43 siswa.
Sedangkan dari Kabupaten Biak Numfor sebanyak 8 siswa asal SMKS Kesehatan dan Pekerjaan Sosial Biak.
Perlu diketahui, khusus untuk peserta dari Kabupaten Biak Numfor mendapat dukungan langsung dari Tokoh Muda Biak Kerry Yarangga.
Sementara Pemerintah daerah sendiri dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak tidak berkontribusi sama sekali.
Kepada Koreri.com, Sabtu (17/8/2024), Pembina peserta lomba SMKS Pekerja Sosial Biak Sefnat Womsiwor dalam keterangannya menyebutkan peserta dalam lomba ini harus melalui seleksi di tingkat Kabupaten Biak dan berlanjut ke tingkat Provinsi Papua.
Kemudian yang berhasil menjadi juara satu berhak mewakili Provinsi Papua ke tingkat pusat.
“Jadi, kabupaten Biak baik cabang 02SN atau FLS2N itu hanya SMKS Biak Numfor yang mewakili Kabupaten Biak dan Papua ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Dikatakan Womsiwor, kegiatan tersebut berlangsung 11 – 17 Agustus 2024.
“Dan hari ini kita dengar hasil pertandingan,” ujarnya.
Untuk peserta dari SMKS Biak Numfor terlibat pada beberapa cabang olahraga diantaranya atletik putri dan renang putri untuk 02SN. Sedangkan FLS2N itu nyanyi solo, tari kreasi dan musik tradisional.
Womsiwor mengakui keberangkatan tim SMKS Biak tidak mendapat dukungan sama sekali dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
“Karena kita berangkat itu pakai nama Kabupaten Biak Numfor bukan nama sekolah. Dan peserta dipanggil itu pakai nama Kabupaten Biak Numfor dan Provinsi Papua. Jadi minimal harusnya ada dukungan untuk siswa yang ikut lomba,” akuinya.
“Selama saya antar peserta lomba sudah berapa tahun ini hampir sebagian besar ditanggung sekolah sementara Pemkab Biak Numfor maupun Dinas Pendidikan sama sekali tidak ada. Kita agak terbantu dari panitia tingkat pusat karena biaya tiket untuk siswa ditanggung oleh panitia pusat,” beber Womsiwor.
Sementara, pelatih dan pendamping serta ofisial lainnya berangkat dengan menggunakan biaya sendiri.
“Mereka sebenarnya tidak mau ikut berangkat karena tidak ada biaya. Tapi masalahnya, siapa yang kontrol siswa di Jakarta,” ujarnya.
Di lain sisi, Womsiwor menyampaikan rasa syukurnya dan ucapan terima kasih atas bantuan dari Tokoh Muda Biak Kerry Yarangga.
“Ini luar biasa karena beliau sudah bantu dan dukung kami. Saya sepanjang antar anak murid untuk ikut lomba tidak ada biaya dari Pemerintah daerah. Tadi malam (Jumat, red) begitu dengar kita antar anak-anak baru tidak ada dukungan Pemerintah langsung beliau bantu dana. Selain daripada itu tidak ada. Sekali lagi ini luar biasa, kami sampaikan terimakasih banyak buat pak Kerry Yarangga,” ucapnya.
Wonsiwor tak membantah jika dirinya mengaku pesimis anak-anak asuhnya bisa mendapat juara karenanya tidak adanya dukungan dari Pemda setempat.
“Sayangnya kabar kondisi tim kami baru didengar di hari terakhir lomba, coba kalau dari hari pertama pasti luar biasa dukungannya dan tentu akan memberikan hasil yang berbeda,” akuinya.
Dikesempatan itu, Wonsiwor pun menyampaikan harapannya.
“Orang-orang seperti Pak Kerry Yarangga inilah yang pantas kami dukung untuk membangun SDM Kabupaten Biak Numfor kedepan,” pungkasnya.
Tim SMKS – Pekerjaan Sosial Biak terdiri dari Yubelina Rumbewas (Renang), Magdalena Asyerem(Atletik), Titus Awak (Tari Kreasi), Rullyn Warami (Nyanyi Solo), Noak Swabra, Alvian Auparay, Ester Dasem dan Gisela Erari (Tari Kreasi)
TIM
























