Koreri.com, Timika – Bupati Mimika Johanes Rettob kembali jadi sasaran tudingan.
Ketua DPD KNPI Mimika Awen Magai baru saja mengklaim jika dirinya dan pengurus diusir Rettob saat sesi foto bersama usai peringatan HUT RI ke-79 di Lapangan Upacara Kantor Pemerintahan Mimika, Sabtu (17/8/2024) lalu.
Klaim yang dimuat pada salah satu media online itu kemudian mendapat tanggapan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Mimika, Septinus Timang.
Dia mengatakan apa yang disampaikan Awen Magai terlalu berlebihan dan terkesan tendensius.
Sebab Pemkab Mimika ada aturan keprotokoleran yang perlu pahami oleh semua pihak.
“Saya pikir dia perlu memahami aturan dalam protokoler pemerintahan. Momen waktu itu terkesan yang bersangkutan menorobos masuk untuk foto bersama. Sedangkan ini masih momen foto bersama Bupati dengan para Forkopimda dan istri. Nanti disusul paguyuban dan ada beberapa organ lain yang antri seseuai dengan arahan keprotokoleran,” ungkapnya.
Septinus mengatakan, apa yang disampaikan Awen Magai kepada salah satu media terkesan membuat disharmonis di momentum 17 Agustus 2024.
“Usai upacara banyak yang hadir saat itu ingin bersalaman dengan bapak Bupati termasuk sekedar ingin foto bersama. Dan ini sempat mengganggu acara yang sudah disiapkan atau dijadwalkan protokoler. Karena agenda Bapak Bupati itu padat di dua hari seperti menghadiri Upacara Taptu, Pengukuhan Paskibra hingga yang terakhir Resepsi Kenegaraan. Di momen ini ada beberapa organ juga sejak awal dan melihat semuanya memanfaatkan moment untuk foto bersama atau sekedar bersalaman,” sambungnya.
Septinus mengingatkan, perlu diketahui bahwa acara kenegaraan seperti ini, rundown acara yang di dalamnya termasuk sesi foto bersama sudah dibuat oleh Humas dan Protokoler Pemda Mimika.
“Semua terjadwal sesuai urutan,” tegasnya.
Septinus menyebutkan beberapa sesi foto bersama yang sudah di list adalah foto bersama dengan anggota Paskibraka, Forkompinda, pimpinan OPD, DPRD dan perwakilan paguyuban dan tokoh masyarakat lainnya.
Menurut Septinus, pada momentum kemarin semua orang saat itu juga secara pribadi ingin mengabadikan foto dengan Bupati Mimika.
“Karena inikan momen terakhir kepemimpinan dengan Bapak Eltinus Omaleng sehingga humas juga sedikit sulit mengontrol,” tandasnya.
Momen seperti itu kemudian dimanfaatkan oleh Awen Magai Ketua KNPI.
Yang bersangkutan saat itu terkesan menerobos masuk dalam barisan Ibu-ibu Forkompinda yang saat itu memang sudah siap berfoto dengan Bupati.
“Dan kalimat dari bapa Bupati jelas, nanti sebentar setelah ibu-ibu Forkompinda dan paguyuban. Karena biasanya selalu ada diskusi singkat dalam momen seperti itu apalagi KNPI merupakan mitra strategis pemerintah.
Humas saat itu juga berada di bawah podium foto untuk mengatur,” ujarnya.
Timang menyebutkan di saat bersamaan waktu itu, Bupati Mimika Johannes Rettob juga harus mendatangi Lapas Timika guna menghadiri upacara sekaligus pemberian remisi kepada tahanan.
“Saat itu juga sudah mau pukul 12.00 WIB dan beliau harus ke Lapas. Ada pimpinan OPD, ASN dan masyarakat juga yang tidak sempat foto dengan beliau karena memang dibatasi protoker. Bukan hanya dia (ketua KNPI -red). Bagian Lapas sudah menghubungi humas dan humas sudah sampaikan sehingga Bupati harus ke kesana untuk menghadiri upacara,” jelasnya.
Septinus mengatakan jika Ketua KNPI ingin mengambil waktu khusus dengan bupati, seharusnya bisa disela-selah usai kegiatan Lapas atau lebih santai pada acara Resepsi Kenegaraan di Eme Neme pukul 19.00 WIT.
“Resepsi malam itu pasti lebih santai dalam suasana keakraban dan kekeluargaan yang bisa dimanfaatkan oleh ketua KNPI. Jadi tidak ada kesan kalau dihalangi karena Bapa Bupati menghormati semua, ini momen terakhir 17an kepemimpinan Omtob,” ungkapnya.
Ia mengingatkan juga bahwa di tiap momentum perayaan kemerdekaan, bupati harus berhadapan dengan sejumlah kegiatan terjadwal yang sangat padat.
Bupati John Rettob sejak Jumat pagi hingga Sabtu malam harus menghadiri sejumlah acara yang sudah dijadwalkan. Walau demikian, menurut Septinus Timang, Bupati JR dapat menghadiri semuanya.
“Jadi KNPI sebagai mitra strategis pemerintah tinggal bagaimana memanfaatkan moment yang ada. Jadi kami pikir info seperti ini tidak perlu digiring ke mana-mana. Biasa saja itu kan, saya pikir bukan hanya dia yang dilarang ikut foto saat itu karena memang ada urutannya bahkan ada beberapa pimpinan OPD yang dilarang karena ada beberapa ageda yang beliau (Bupati.Red) harus hadiri. Semua harus tahu aturan dan mekanisme yang ada. Jangan terlalu berlebihan. Biasa-biasa saja, apalagi sampai harus mendeskreditkan bahkan dipolitisir,” tegasnya.
“Beberapa paguyuban saat habis upacara mereka tidak sempat foto bersama dengan bupati tapi mereka hadir di Eme Neme dan manfaatkan momen itu untuk foto bersama dan berdiskusi dengan bupati dengan santai. Seharusnya ketua KNPI juga bisa seperti itu, bukan hanya karena sebuah teguran, terus digiring memana-mana, pada prinsipnya saya memahami sikap beliau (ketua KNPI)” tandasnya.
Pengamat Hukum Karel Riry, SH juga merespon klaim Ketua KNPI tersebut.
“Bagi saya, apa yang dilakukan oleh seorang oknum tersebut (Ketua KNPI Awen Magai, red) tidak lebih dari sebuah manuver murahan yang tidak ada faedahnya sama sekali,” responnya saat memberikan tanggapannya kepada Koreri.com, Minggu (18/8/2024).
Riry kemudian mengecam sikap Awen Magai kepada Johannes Rettob yang notabene adalah Bupati Mimika.
“Contoh inikan sama dengan yang terjadi sebelum-sebelumnya di berbagai daerah. Model seperti ini kan ibaratnya seperti seorang ketua organisasi biasa tapi sering kali bikin diri setara dengan kepala daerah lalu kemudian lupa diri dengan sikap-sikapnya. Model-model seperti begini kan bukan hal baru tapi lagu lama jadi saya tidak kaget lagi. Makanya kenapa saya bilang ini manuver murahan,” kecamnya.
Riry kemudian mempertanyakan apa motivasi yang bersangkutan melakukan aksi murahan itu.
“Tujuannya untuk apa? Lalu biar heboh atau viral begitu? Atau jangan-jangan ada skenario atau pesanan khusus dengan tujuan untuk menjelekkan nama baik Bupati Johannes Rettob? Makanya sekali lagi kenapa saya bilang ini aksi murahan,” cetusnya seraya tersenyum.
Mantan Pengajar Hukum Unpatti Ambon pun mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk tidak perlu termakan aksi murahan seperti itu.
“Dan mari kita jaga bersama situasi aman dan damai ini menjelang pendaftaran di KPU Mimika pada 27 Agustus nanti,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Kabupaten Mimika Awen Magai mengaku kecewa dengan sikap Plt Bupati Mimika.
Ia mengklaim, dirinya dan pengurus DPD KNPI Mimika mendapat perlakuan tidak menyenangkan karena tega diusir dari barisan foto bersama seluruh pemangku kepentingan dan pimpinan organisasi kemasyarakatan lainnya seusai momentum upacara Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2024).
EHO












