Koreri.com, Ambon – Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi Calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Provinsi Maluku resmi dilaksanakan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Maluku. Senin (04/05/2026).
Calon Ketua DPC PKB Kota Ambon, Gunawan Mochtar, menilai pelaksanaan UKK ini sebagai langkah strategis sekaligus sejarah baru bagi PKB di Maluku.
Pasalnya, seluruh calon ketua DPC se-Provinsi Maluku diwajibkan mengikuti proses seleksi ketat yang langsung diuji oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
“Ini momentum penting dan bersejarah bagi PKB. Semua calon ketua DPC wajib mengikuti UKK yang diuji langsung oleh DPP PKB. Proses ini sangat ketat, karena nama-nama calon akan kembali diusulkan ke DPP untuk diputuskan,” ungkap Gunawan.
Dalam pencalonannya, Gunawan membawa visi besar untuk memperkuat posisi PKB di Kota Ambon. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan capaian politik partai di legislatif.
“Secara rasional, kita harus mempertahankan minimal empat kursi DPRD Kota Ambon, bahkan targetnya tetap lima kursi seperti saat ini. Kita juga harus bisa menjadi pimpinan di DPRD, karena sebelumnya kita hanya kalah tipis dari partai lain,” tegasnya.
Selain target legislatif, Gunawan juga menyoroti pentingnya keberadaan kantor DPC yang representatif dan strategis di pusat Kota Ambon. Menurutnya, sebagai fraksi penuh di DPRD, PKB membutuhkan kantor yang mudah diakses masyarakat.
“Kalau saya dipercaya memimpin, saya akan wujudkan kantor DPC yang berada di pusat kota. Ini penting untuk menunjang aktivitas partai dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Gunawan menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga ke akar rumput. Ia berkomitmen untuk memastikan terbentuknya Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan ranting di seluruh wilayah Kota Ambon.
“Kita akan pastikan terbentuknya DPAC dan ranting di 30 desa/negeri dan 20 kelurahan. Ini penting agar PKB benar-benar hadir di tengah masyarakat dan mampu menyerap aspirasi secara langsung,” jelasnya.
Tak kalah penting, Gunawan juga menyoroti aspek transparansi dalam pengelolaan keuangan partai. Ia menilai hal tersebut sebagai kunci keberlanjutan dan perkembangan partai ke depan.
“Pengelolaan keuangan partai harus transparan. Selain itu, seorang ketua DPC juga harus siap berkorban, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta didukung kekuatan finansial untuk membesarkan partai,” katanya.
Menurutnya, dinamika politik tidak bisa dilepaskan dari biaya yang besar. Oleh karena itu, pemimpin partai harus siap menghadapi tantangan tersebut dengan tanggung jawab penuh.
“Kita ditugaskan untuk membesarkan partai. Pengorbanan itu penting demi meraih hati rakyat dan mewujudkan cita-cita partai untuk kemaslahatan masyarakat,” tutup Gunawan.
RLS






























