Koreri.com, Jayapura – 53 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXX dari seluruh wilayah Papua dan Papua Barat telah menyelesaikan pelatihan.
Penutupan resmi berlangsung di aula BPSDA Papua, Kota Jayapura, Kamis (21/11/2014).
Gubernur Papua dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Asisten III Bidang Umum Johana Orpa Rumbiak, SE., MM memberikan apresiasi kepada seluruh peserta PKN Tingkat II Angkatan XXX.
Dia berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan daerahnya masing-masing.
Kepala BPSDA Papua Elsye Rumbekwan S.Pi. M.Si ketika ditemui Koreri.com, menjelaskan, PIM II sekarang telah dirubah namanya menjadi PKN II yang hak mutlaknya dilakukan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Selain itu, sebelumnya digelar di Jakarta, Bandung dan untuk Indonesia timur itu di Makassar.
“Kita bersyukur dengan support yang diberikan Pemerintah provinsi kepada BPSDA dan terus meningkatkan kualitas dari para Widyaiswara, kemudian kualitas dari fasilitator meskipun tidak bagus-bagus amat tetapi dinilai mendukung,” ungkapnya.
Lanjut Elsye, BPSDA Papua memiliki 4 Widyaiswara Utama serta dan sejumlah Widyaiswara Madya dan Muda dimana hal ini dianggap cukup representatif untuk diberikan kewenangan melaksanakan PKN II.
Meski sebenarnya untuk pulau Papua hanya ada di Provinsi Papua yang sekarang menjadi kewenangan BPSDA.
Ditambahkan, karena ini adalah kelasnya LAN pusat maka seluruh pembelajaran mulai dari persiapan, materi pembelajaran dan lainnya serta metode pembelajaran dipandu langsung oleh LAN pusat.
Hal ini sekaligus menjadi penilaian LAN pusat bagaimana BPSDA Papua mengelola pelatihan ini.
“Oleh sebab itu didalam melakukan evaluasi terhadap peserta Diklat untuk dengan predikat misalnya sangat memuaskan, memuaskan dan atau dinyatakan tidak lulus atau harus mengulang, itu dilakukan dengan sangat obyektif,” tutur Elsye.
Dijelaskan bahwa usai seminar, digelar rapat khusus dimana seluruh penilaian-penilaian ditampilkan dan dijelaskan.
Hal ini dilakukan agar menjaga kualitas dari setiap lulusan yang ada di badan Diklat ini, dan membantu Pemerintah membentuk seorang pemimpin yang berkualitas dan berfikir inovatif, kreatif serta mampu untuk me-manage ketika terjadi tantangan di dalam pelaksanaan tugas-tugas seorang pemimpin.
“Pertama, kami.bersyukur untuk pelaksanaan diklat ini. Yang kedua setelah membedah dan ditampilkan, kami melihat bahwa tanpa dikomando setiap kelompok ujian itu melakukan hal yang terbaik misalnya peserta PKN II yang berasal dari daerah yang tersulit. Meski dengan topografi dan keamanan yang sulit justru merekalah yang menampilkan hasil yang luar biasa,” pungkasnya
Kepala LAN yang diwakili Sekretaris Utama LAN sekalgus menutup seluruh kegiatan PKM II ini dengan menabuh tifa.
HDK












