Koreri.com, Timika – Warga terdampak banjir langganan di kawasan Makarena, Jalan Baru, Kelurahan Kwamki kini mulai mendapat perhatian Pemerintah Distrik Mimika Baru.
Pemerintah setempat mulai mendorong solusi jangka panjang dengan mengusulkan pembangunan rumah baru bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat dampak rendaman banjir langganan tersebut.
Setelah melakukan penanganan intensif sejak 6 hingga 9 Mei 2026, tim Distrik Mimika Baru kembali turun melakukan pemantauan lapangan pada Sabtu (9/5/2026).
Hasilnya, genangan air yang sebelumnya merendam permukiman warga kini mulai surut dan kondisi lingkungan perlahan kembali normal.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun mengatakan penanganan dilakukan secara bertahap melalui pembukaan jalur air, pembersihan sampah, normalisasi drainase hingga koordinasi bersama lintas instansi dan aparat keamanan.
“Puji Tuhan hari ini saat kami kembali memantau lokasi, air sudah surut dan beberapa titik yang sebelumnya tergenang sudah mulai kering,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan dimulai sejak malam 6 Mei 2026 dengan penyisiran jalur aliran air bersama tim Distrik Mimika Baru, unsur PUPR dan aparat keamanan guna mencari titik penyumbatan utama penyebab banjir.
Selanjutnya pada 7 hingga 8 Mei 2026, tim gabungan terus bekerja membersihkan area belakang permukiman warga yang sebelumnya tertutup semak dan menjadi bagian penting dari jalur aliran air di kawasan tersebut.
Meski kondisi mulai membaik, Pemerintah distrik menilai persoalan banjir di Makarena belum sepenuhnya selesai. Dari hasil pemantauan ditemukan sejumlah rumah warga yang sudah berkali-kali terdampak banjir hingga kondisi bangunannya mulai mengalami penurunan.
Menurut Merlyn, beberapa rumah bahkan sudah layak dikategorikan sebagai rumah terdampak bencana karena terus mengalami genangan berulang yang mempengaruhi keamanan dan kenyamanan penghuni.
“Beberapa rumah memang sudah berulang kali terkena banjir dan kondisi bangunannya mulai menurun. Karena itu kami akan mendorong supaya rumah-rumah yang paling terdampak bisa menjadi prioritas untuk pembangunan rumah baru,” jelasnya.
Kadistrik berencana menyampaikan kondisi tersebut kepada Bupati Mimika sebagai usulan penanganan lanjutan bagi masyarakat terdampak banjir di kawasan Makarena.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya dibantu saat banjir datang lalu selesai begitu saja. Harus ada solusi jangka panjang bagi warga yang memang paling terdampak,” tegas Merlyn.
Selain mendorong pembangunan rumah baru, Pemerintah distrik juga akan terus melakukan normalisasi jalur air dan pengawasan terhadap titik-titik penyempitan drainase yang menjadi salah satu penyebab utama genangan di kawasan tersebut.
JUL






























