Koreri.com, Timika – Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan program bank sampah yang telah dibentuk di tingkat distrik dan kelurahan.
Menurutnya, bank sampah bukan hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga.
“Bank sampah itu menghasilkan uang. Jadi masyarakat harus manfaatkan dengan baik,” ujar Bupati Johannes Rettob di Timika, Papua Tengah, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, penanganan sampah di Kabupaten Mimika tetap menjadi tanggung jawab instansi teknis terkait.
Sementara itu, Pemerintah daerah mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembentukan bank sampah di distrik dan kelurahan.
Menurut Johannes, masih banyak warga belum menyadari bahwa sampah yang dipilah dan dikumpulkan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi.
“Ayo manfaatkan bank sampah di kelurahan dan distrik, karena di situ ada uangnya,” tegasnya.
Bupati juga mencontohkan keberhasilan salah satu masjid di kawasan SP4 yang memanfaatkan bank sampah sebagai sumber dana infak pembangunan rumah ibadah.
Warga mengumpulkan sampah, kemudian bank sampah datang membeli hasil kumpulan tersebut dan dana yang diperoleh digunakan untuk pembangunan masjid.
Selain itu, kata Bupati, sebuah kerukunan masyarakat di Mimika juga disebut telah memanfaatkan bank sampah sebagai sumber pemasukan kas organisasi.
Saat ini, kas mereka dikabarkan terus bertambah dari hasil pengelolaan sampah.
Tak hanya soal sampah, Johannes juga menyinggung penanganan jalan rusak dan genangan air di sejumlah titik kota.
Ia menegaskan, pemerintah akan bergerak cepat memperbaiki kerusakan jalan maupun persoalan drainase yang menyebabkan banjir.
Sebagai contoh, ia menyoroti genangan air di kawasan Jalan Ahmad Yani yang sempat viral dan dijuluki warga sebagai “kolam pemancingan”.
Menurutnya, persoalan itu terjadi karena saluran pembuangan air yang sebelumnya telah dibuat justru ditutup oleh masyarakat.
“Setelah dibuka kembali, ternyata di dalam saluran itu sampahnya luar biasa banyak,” katanya.
Ia menambahkan, Lurah Kebun Sirih telah menindaklanjuti persoalan tersebut dengan membersihkan saluran dan mengangkut tumpukan sampah.
Johannes pun mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas pemerintah.
Ia meminta masyarakat ikut menjaga saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta memanfaatkan bank sampah sebagai solusi ekonomi dan kebersihan kota.
EHO































