Koreri.com, Tual – Cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Maluku terus menjadi perhatian Pemerintah daerah.
Salah satunya, Pemerintah Kota Tual yang mengimbau warganya untuk waspada terhadap fenomena alam dimaksud.
Imbauan yang disampaikan Penjabat Wali Kota Tual R. Affandy Z. Hasanussi ini menyusul musibah kecelakaan laut yang menimpa tiga warga dari Desa Tayando Ohoiel di perairan Pulau Dua, Dullah Utara, Kota Tual, Senin (10/2/2025).
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp12 juta sebagaimana data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tual.
“Jadi menyikapi kondisi cuaca ektrem di Maluku secara keseluruhan termasuk Kota Tual dan Maluku Tenggara termasuk di dalamnya, kami mengajak sekaligus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, menyikapi kondisi cuaca yang ekstrem,” imbaunya, Selasa (11/2/2025).
Hasanussi menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk.
“Sehingga betul-betul apa yang nanti dibawa berupa hasil olahan masyarakat itu bisa sampai dengan selamat. Masyarakat juga bisa tiba dengan selamat sampai tujuan. Jangan sampai ada kerugian-kerugian yang nanti diakibatkan. Bahkan bukan hanya material, tetapi nyawa juga menjadi taruhan,” tekannya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di wilayah Maluku.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terbaru terkait prakiraan cuaca serta peringatan dini, melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca buruk.
RLS





























