Koreri.com, Biak – Kelangkaan obat di Kabupaten Biak Numfor khususnya pada sejumlah Puskemas kini semakin parah.
Salah satu diantaranya yang mengalami kelangkaan adalah obat program bagi penderita Kusta.
Hal itu kemudian dilaporkan berdampak dimana angka kasus penderita Kusta ini dilaporkan mengalami peningkatan cukup drastis.
Terbukti, sebagaimana data yang diterima Koreri.com, terjadi peningkatan angka penderita Kusta di beberapa wilayah yang masuk dalam tanggung jawab pelayanan Puskesmas Paray, Distrik Biak Kota.
Terhitung sejak akhir 2024 hingga 24 Februari 2025, terdata 15 pasien baru Kusta dengan rincian sebanyak 5 pasien baru anak dan 9 pasien baru dewasa.
Untuk data pasien lama sebanyak 30 orang dengan rincian pasien lama anak 12 orang dan pasien lama dewasa sebanyak 18 orang.
Kemudian, untuk data lapangan terbaru per 24 Februari 2025 ditemukan 3 pasien Kusta yang baru diketahui karena selama ini belum pernah melapor ke Puskesmas Paray.
Ketiga pasien itu ditemukan saat dilakukan skrining pada sejumlah sekolah di Sburya hingga Manswam, Senin (24/2/2025) siang.
Sementara di 2024 lalu, sebanyak dua pasien Kusta dilaporkan meninggal dunia.
Sumber di Puskesmas Paray juga mengakui stok obat program untuk Kusta telah mengalami kekosongan sejak awal Januari 2025 lalu.
“Total sudah tiga minggu lebih ini stok obat habis. Kita tidak tahu kapan obat itu ada,” bebernya.
Sumber pun tak membantah, karena akibat kelangkaan obat ini sebagian besar penderita Kusta di wilayah pelayanan Puskesmas Paray tak bisa melanjutkan program.
“Ya memang kondisinya begitu. Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa,” akuinya.
Kondisi yang sama pun dilaporkan terjadi di Distrik Biak Timur seperti Ibdi dan Bosnik.
Dari pantauan lapangan, ditemukan kasus Kusta baru pada sejumlah orang yang nampak mengalami bercak-bercak berwarna hitam pada beberapa bagian tubuh seperti tangan dan muka.
Menurut pengakuan salah satu tokoh setempat, rata-rata keluarga tidak melapor ke Puskesmas setempat dan lebih memilih berdiam diri di rumah.
“Makanya untuk jumlah atau angka pastinya belum bisa diketahui,” ujarnya.
Direktur LBH KYADAWUN Biak Imanuel A. Rumayom, SH kembali menyoroti persoalan ini.
“Sungguh sangat disayangkan dengan kondisi ini. Karena dengan obat kusta yang langka ini maka tentu ini akan sangat berpotensi akan meningkatnya kasus penularan penyakit ini di masyarakat Biak Numfor,” ungkapnya kepada Koreri.com, Selasa (25/2/2025).
Rumayom mengaku heran dengan adanya kelangkaan obat yang terjadi dari waktu ke waktu.
Ia lantas mempertanyakan proses pengadaan seperti apa yang diberlakukan sehingga menyebabkan terjadi kelangkaan. Karena kelangkaan obat seperti ini baru mulai terjadi di awal 2022, sedangkan sebelumnya berjalan baik.
“Apakah karena kurangnya alokasi dana buat pengadaan obat-obatan di Kabupaten Biak Numfor? Atau karena adanya dugaan penyalahgunaan dana? Kami kira sekali lagi, ini harus dicek agar memastikan semua masyarakat di kampung-kampung mendapat pelayanan yang baik dan memadai,” desaknya.
Rumayom juga meminta Kementerian Kesehatan RI turut bertanggung jawab atas persoalan ini.
“Saya kira Kementerian Kesehatan harus segera turun ke Biak untuk memastikan seperti apa prosedur yang diberlakukan dalam pengadaan obat khususnya yang berkaitan dengan obat program seperti Kusta, TB dan beberapa lainnya. Karena kenapa tiba-tiba ini menjadi masalah atau langka dari yang sebelumnya tidak,” pintanya.
Rumayom juga menekankan keberadaan Tim Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Papua harus dapat mengungkap secara transparan apa yang menjadi pemicu persoalan kelangkaan obat yang kini mencuat.
“Karena audit soal kelangkaan obat di Puskesmas-puskesmas yang ada ini menjadi hal yang krusial disamping persoalan lainnya yang menyangkut kehidupan dan keselamatan masyarakat di daerah ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor Daud Duwiri yang hendak dikonfirmasi Koreri.com terkait kelangkaan obat hingga berita ini dipublish belum berhasil didapati keterangannya karena telepon selulernya dalam posisi tidak aktif.
RED












