Dorong Ekonomi Desa, Pemerintah Target Pembentukan Koperasi Merah Putih di Mimika

IMG 20250428 WA0015
Pemkab Mimika Bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI menggelar audiensi membahas percepatan pembentukan Koperasi Kampung Merah Putih di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Timika, Senin (28/4/2025) / Foto : Fan

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI menggelar audiensi membahas percepatan pembentukan Koperasi Kampung Merah Putih di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Timika, Senin (28/4/2025).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang diteken Presiden Prabowo Subianto pada 27 Maret lalu.

Targetnya, 80 ribu koperasi desa/kelurahan terbentuk di seluruh Indonesia untuk mempercepat kemandirian ekonomi dan mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Audiensi dipimpin Bupati Mimika Johannes Rettob, didampingi wakilnya Emanuel Kemong, Sekda Petrus Yumte, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Ida Wahyuni.

Sementara dari pusat, hadir Muhammad Hidayat selaku Asisten Deputi Pemeriksaan Kemenkop UKM  yang memaparkan arah kebijakan nasional.

Dalam pemaparannya, Hidayat  menegaskan bahwa koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak baru ekonomi desa dengan mengelola potensi lokal secara modern.

“Melalui koperasi ini, akses pasar menjadi lebih luas, biaya produksi lebih terjangkau, dan kontribusi terhadap ekonomi daerah meningkat,” ujarnya.

Hidayat menambahkan, pembentukan koperasi bisa melalui pendirian baru, optimalisasi koperasi yang ada, atau revitalisasi koperasi lama seperti KUD.

Meski regulasi tambahan seperti Permendagri masih dalam proses, ia memastikan daerah tetap bisa bergerak dengan merujuk pada pedoman Kemenkop.

“Kita targetkan pada 12 Juli 2025, koperasi Merah Putih sudah terbentuk di Timika. Minimal satu koperasi berdiri,” tegasnya.

Berbeda dari koperasi biasa, kata Hidayat, koperasi Merah Putih dirancang lebih komprehensif, melayani berbagai sektor mulai dari simpan pinjam, sembako, layanan kesehatan, hingga logistik dan cold storage.

Presiden melalui Inpres tersebut juga menginstruksikan enam langkah strategis, antara lain penyusunan strategi cepat (quick wins), integrasi data antar instansi, hingga pengalokasian anggaran khusus untuk mendukung program ini.

Pertemuan ini menjadi awal penting bagi Mimika untuk memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi modern dan berdaya saing tinggi, membuka jalan menuju pemerataan ekonomi yang berkelanjutan.

EHO

Exit mobile version