Koreri.com, Ambon – Komisi II DPRD Maluku menemukan banyak persoalan krusial saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buru dan Buru Selatan (Bursel).
Beberapa isu utama yang menjadi perhatian meliputi kelangkaan BBM, pelayanan listrik desa, serta pelaksanaan program reboisasi hingga banyaknya proyek yang bermasalah.
“Komisi II menerima banyak keluhan masyarakat mengenai kuota BBM yang terbatas, yang berdampak langsung pada kehidupan para nelayan, petani, dan pengguna kendaraan bermotor,” ungkap Anggota Komisi II Ary Sahertian kepada awak media di Ambon, Rabu (21/5/2025).
Menanggapi hal ini, Komisi II telah melakukan rapat bersama pengusaha minyak setempat dan berkomitmen untuk mendorong penambahan kuota BBM subsidi dan nonsubsidi.
Kemudian memastikan distribusi BBM dilakukan secara adil dan merata.
“Dan menyampaikan rekomendasi resmi kepada pemerintah provinsi dan pusat,” sambung Sahertian.
Ia menyatakan, hingga saat ini masih terdapat enam desa di Buru Selatan yang belum dialiri listrik.
Komisi II telah meminta PLN untuk memprioritaskan penyambungan listrik ke desa-desa tersebut, merealisasikan komitmen mereka paling lambat tahun 2026, menyediakan solusi jangka pendek bagi warga terdampak.
Sementara dalam bidang pertanian dan kehutanan, lanjut Sahertian, Komisi II mengevaluasi program reboisasi yang dinilai tidak efektif.
Temuan di lapangan menunjukkan banyak proyek selesai secara administratif, namun hasilnya tidak berdampak langsung pada masyarakat.
Oleh karena itu, Komisi II mendorong audit menyeluruh terhadap pelaksanaan reboisasi, tindakan hukum jika ditemukan indikasi penyimpangan, perencanaan ulang program agar lebih berorientasi pada manfaat nyata.
Ia menambahkan, Komisi II akan segera menyampaikan rekomendasi tertulis kepada Gubernur Maluku dan instansi terkait agar hasil pengawasan ini dapat ditindaklanjuti secara serius.
Sahertian juga meminta lembaga penegak hukum turut mengawasi proyek-proyek bermasalah.
“Program pembangunan harus benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, bukan sekadar formalitas proyek,” tegasnya.
JFL
