Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi menyerahkan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) serta menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Momen penyerahan berlangsung dalam Rapat Paripurna ke-II Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024/2025, yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Ambon, Rabu (2/7/2025).
Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Ambon, Moritz Tamaela, dan dihadiri Wali Kota Bodewin Wattimena, Wakil Ketua DPRD, 22 dari total 35 anggota Dewan, Sekretaris Kota Ambon, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah setempat.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ambon menyerahkan empat Ranperda untuk dibahas bersama DPRD, yakni:
1. Ranperda tentang Pengawasan dan Pengendalian Depot Air Minum Kota Ambon.
2. Ranperda tentang Penyelenggaraan Smart City.
3. Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat.
4. Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon Tahun 2025-2029.
Selain itu, Pemkot Ambon bersama DPRD juga menandatangani Nota Kesepakatan atas rancangan awal RPJMD Kota Ambon Tahun 2025-2029 yang akan menjadi pedoman pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan Laporan Keuangan Kota Ambon TA 2024 yang telah diaudit oleh BPK RI dan memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Menurutnya, opini tersebut menjadi catatan penting untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan daerah.
Opini WDP menjadi motivasi sekaligus evaluasi bagi kami di Pemerintah Kota Ambon untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Dalam laporannya, Wali Kota Ambon memaparkan bahwa Pendapatan Daerah Kota Ambon Tahun 2024 dianggarkan sebesar Rp1,25 triliun, dengan realisasi sebesar Rp1,19 triliun atau 94,97 persen. Sementara itu, Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp1,21 triliun atau 94,89 persen.
Tercatat pula, belanja modal terealisasi sebesar Rp127,4 miliar (78,41 persen), belanja tidak terduga Rp13,55 miliar (99,01 persen), dan belanja transfer Rp80,31 miliar (102,46 persen).
Adapun posisi aset Pemerintah Kota Ambon per 31 Desember 2024 sebesar Rp2,09 triliun, kewajiban Rp114,6 miliar, sehingga kekayaan bersih daerah mencapai Rp2,09 triliun.
Wattimena juga menyampaikan rencana perubahan APBD Kota Ambon Tahun Anggaran 2025, yang mengalami penyesuaian sebagai dampak dari dinamika ekonomi global dan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Pendapatan daerah dalam perubahan APBD 2025 dianggarkan sebesar Rp1,28 triliun atau turun 1,77 persen. Belanja daerah dianggarkan sebesar Rp1,32 triliun atau turun 0,98 persen, sementara pembiayaan daerah bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2024 sebesar Rp8,3 miliar.
“Perubahan ini merupakan penyesuaian realistis untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global, sekaligus memastikan prioritas pembangunan tetap berjalan,” sambungnya.
Empat Ranperda yang diserahkan menurut Wali Kota merupakan langkah strategis untuk meningkatkan tata kelola daerah, mulai dari pengawasan depot air minum, penataan ketertiban umum, hingga percepatan penerapan konsep Smart City di Kota Ambon.
Khusus Ranperda Smart City, ini menjadi kunci agar Ambon mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk pelayanan publik yang lebih efisien.
Di akhir sambutannya, Wali Kota juga menyampaikan duka cita atas peristiwa bencana longsor yang terjadi di daerah Hatiwe Kecil, Ambon, yang menelan korban jiwa.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk penanganan dan langkah antisipasi bencana, apalagi berdasarkan BMKG, curah hujan tinggi diprediksi masih akan terjadi di awal Juli ini,” imbuhnya.
Wattimena berharap seluruh Ranperda dan dokumen keuangan yang telah diserahkan dapat segera dibahas bersama DPRD dan ditetapkan untuk kepentingan pembangunan Kota Ambon.
“Dengan kerja sama dan komitmen kita bersama, saya yakin Ambon dapat terus bergerak maju menjadi kota yang manis, demokratis, dan mandiri,” pungkasnya.
JFL





























