Sambut PJ Gubernur Papua Agus Fatoni, Ini Harapan KMP3R

Paul Ohee Pj Gubernur Papua
Ketua KMP3R Paul Ohee (kiri) - Momen pelantikan Pj Gubernur Papua Agus Fatoni oleh Mendagri RI Tito Karnavian / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura – Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) menyampaikan ucapan selamat kepada Penjabat (PJ) Gubernur yang baru, Agus Fatoni yang resmi dilantik menggantikan Ramses Limbong.

KMP3R sekaligus menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada mantan PJ Gubernur Ramses Limbong atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat.

Ketua KMP3R Paul Ohee menegaskan bahwa pelantikan PJ Gubernur Papua yang baru merupakan momentum penting dalam perjalanan demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Tanah Papua.

Ia menaruh harapan besar kepada Fatoni untuk menjalankan dua tugas utama: menyukseskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025, serta mengatasi defisit anggaran dengan kebijakan yang efisien dan tepat sasaran.

“Kami yakin dengan segudang pengalaman yang dimiliki Bapak Fatoni, beliau mampu menjalankan amanah ini. Rakyat Papua ingin PSU berjalan damai, jujur, dan hanya sekali. Jangan ada lagi pengulangan. Itu merugikan negara dan menyakiti harapan rakyat,” tegas Paul Ohee dalam keterangannya di Kota Jayapura, Papua, Selasa (8/7/2025).

KMP3R juga menyerukan agar seluruh penyelenggara Pemilu mulai dari KPU Provinsi, KPU kabupaten/kota, hingga jajaran PPD, PPS dan KPPS untuk menjunjung tinggi integritas dan tidak melakukan praktik curang dalam pesta demokrasi pada 6 Agustus mendatang.

Hal yang sama ditegaskan kepada TNI dan Polri, agar tetap netral dan profesional, menjamin rasa aman dan keadilan bagi seluruh masyarakat.

“Jangan ada lagi permainan kotor. Demokrasi harus dijaga. Jangan khianati suara rakyat Papua,” kata Paul dengan penuh nada tegas namun damai.

Fatoni resmi menjabat sebagai PJ Gubernur Papua berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 76/P Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Penjabat Gubernur.

KMP3R berharap, masa jabatan Fatoni menjadi titik terang menuju lahirnya Gubernur definitif yang sah tanpa harus melewati PSU ulang berkali-kali.

“Rakyat Papua lelah dengan ketidakpastian. Satu PSU saja sudah cukup. Mari kita jaga proses ini demi masa depan Papua yang damai, adil, dan sejahtera,” tukas Paul Ohee.

TIM