Bersama Kementerian RU Bahas Anggaran 2026, Saadiah Dorong Usulan dari Maluku

Saadiah Uluputty Dorong Usulan dari Maluku

Koreri.com, Jakarta – Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Pekerjaan Umum RI dalam rangka  pembahasan anggaran 2026 di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Rapat kerja  berupa pembahasan teknis dilakukan bersama Sekjen, Staf Ahli Menteri PU dan para Dirjen diantaranya Dirjen Bina Marga, Dirjen Pembiayaan Konstruksi, Dirjen Sarana Prasarana Strategis, Dirjen Cipta Karya dan Dirjen Sumber Daya Air.

Turut hadir pula, Kepala Balai dari seluruh wilayah Indonesia ke jakarta dalam pembahasan yang berlangsung hingga malam hari.

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty mengungkapkan dalam rapat tersebut, dirinya menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur jalan dan jembatan baik nasional, provinsi maupun kabupaten.

Kemudian, sebagian besar kepala daerah telah menyusun dan mengusulkan usulan soal jalan ke Kementerian baik diserahkan langsung maupun diusulkan lewat aplikasi online Kementerian PU RI.

“Saya selalu menyampaikan bahwa infrastruktur sebagai backbone keberhasilan pembangunan nasional. Infrastruktur selalu menjadi tulang punggung berbagai sektor. Infrastruktur baik jalan maupun jembatan digunakan sebagai sarana penghubung ke pusat produksi pertanian dan perikanan. Infrastruktur juga digunakan untuk berbagai kepentingan baik untuk sekolah, kesehatan maupun mobilisasi lainnya. Karena itu, kami terus mengawal Kementerian teknis seperti Kementerian PU, agar bisa mempercepat keputusan penting seperti Inpres Jalan daerah,” urainya dalam keterangan tertulis yang diterima Koreri.com, Jumat (18/7/2025).

Selain itu di Balai Sungai juga, Saadiah menekankan agar ada kesiapan dan kesigapan balai dalam memperhatikan normalisasi juga penahan sungai.

Bahkan secara khusus Chek Dam Way Ela di Negeri Lima, Kecamatan Leihitu menjadi salah satu usulan kepada Dirjen Balai Sumberdaya Air. Karena sejak bencana 12 tahun silam hingga kini belumlah optimal diperhatikan.

“Maka sebagai Anggota DPR RI yang juga punya kampung halaman, saya wajib untuk menyampaikan persoalan ini pada kesempatan membahas APBN 2026,” sambungnya.

Begitu pula kepada Balai Sarana Prasarana Strategis, Saadiah juga mengusulkan pembangunan Stadion Mandala Karang Panjang Ambon, Penataan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Universitas Darusalam Ambon dan UIN AM Sangaji.

“Usulan penataan Masjid Raya Bani Abdullah di Masohi yang diserahkan kepada saya juga sudah saya serahkan dan minta perhatian untuk diperhatikan mentambut MTQ Provinsi di Maluku Tengah,” sambungnya.

Selanjutnya kepada Dirjen Cipta Karya, Saadiah juga mengusulkan agar ada perhatian untuk pembangunan dan penataan lanjutan wajah Kota Ambon sebagai ibukota provinsi dan penataan Banda Naira sebagai kawasan pariwisata Maluku.

Diakui Saadiah bahwa memang masih banyak yang ingin disampaikan tapi karena dibatasi dengan waktu tiga sampai lima menit, jadinya semua proposal baik Gubernur maupun Bupati dan dari maayarakat lainnya ia titipkan kepada Sekjen dan para Dirjen untuk dimasukan dalam dokumentasi resmi rapat pembahasan anggaran 2026.

“Semoga Allah SWT meridhoi dan senantiasa memberi kesehatan agar kami semua menjadi sebaik pembawa Amanah,” pungkasnya.

RLS

Exit mobile version