Koreri.com, Sorong – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat menggelar Pelatihan Sertifikasi Kompetensi bagi Tenaga Kerja Hotel dan Restoran Orang Asli Papua (OAP) di Rylich Panorama Hotel Sorong, 23 – 25 Juli 2025.
Kegiatan yang diikuti 30 peserta terdiri dari 15 orang asal bidang perhotelan dan 15 orang asal restoran dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Ahmad Nausrau.
Wagub dalam pernyataannya menjelaskan pelatihan dan sertifikasi ini pertama ditujukan untuk peningkatan sumber daya manusia OAP karena pembiayaan kegiatan ini berasal dari Dana Otsus.
Selanjutnya, akan dievaluasi jika hasilnya bagus maka kedepannya akan lebih ditingkatkan lagi karena PBD termasuk salah satu wilayah yang masuk 10 destinasi wisata prioritas nasional.
“Untuk itu, anak-anak kita sudah harus dipersiapkan kompetensi dasarnya. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan para peserta memiliki kemampuan dan wawasan yang berkualitas dan telah siap untuk bekerja di sektor jasa khususnya industri pariwisata seperti perhotelan, restoran dan yang lainnya,” harapnya.
Lanjut Wagub, pentingnya sertifikat bagi para peserta karena adanya standar dalam memberikan pelayanan jasa atau service bagi para tamu.
“Sehingga melalui pelatihan dan sertifikasi ini, akan ada peningkatan kemampuan pelayanan yang diberikan kepada tamu (wisatawan) karena mereka ada di sektor depan atau bisa dikatakan mereka adalah duta Papua Barat Daya yang akan menunjukkan keramahtamahan OAP di daerah ini,” tegasnya.
Kepala Dispora Parekraf PBD Yusdi Lamatenggo menjelaskan pariwisata itu tidak hanya menyangkut alam tetapi bagaimana wisatawan bisa menikmati semua rantai pariwisata mulai dari menikmati pemandangan alam yang indah, tinggal di hotel yang nyaman, makan di restoran yang bersih dan enak, termasuk ada transportasi yang aman.
“Jadi semuanya itu menjadi pengalaman indah yang akan dikenang wisatawan,” tekannya.
Untuk itu, lanjut Kadis, seluruh aspek pelayanan dasar itu wajib ada ujian kompetensinya.
Pertama, sebagai pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja pariwisata.
Kedua, meningkatnya kualitas dan daya saing tenaga kerja pariwisata dimana diharapkan mereka memiliki kemampuan lebih dari yang lain.
“Ketiga dengan masuknya Raja Ampat sebagai 10 daerah destinasi wisata di Indonesia maka akan ada peningkatan pelayanan di sektor pariwisata,” pungkasnya.
ZAN






























