Ketika Golkar Tersesat: Karma Ajak Kader Kembali ke Arah Juang Menangkan BTM-CK

Constant Karma Golkar Tersesat
Calon Wakil Gubernur Constant Karma yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Papua / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura – Calon Wakil Gubernur Constant Karma yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Papua menyerukan ke seluruh kader dan simpatisan partai tersebut di wilayah itu untuk memberikan dukungan penuh kepada pasangan Benhur Tomi Mano–Constant Karma (BTM–CK) dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua yang akan digelar pada 6 Agustus 2025 mendatang.

Dalam pernyataan tegasnya di Jayapura, Karma menegaskan bahwa dukungan kepada BTM-CK bukan semata soal politik, tetapi panggilan nurani dan loyalitas terhadap perjuangan kader-kader lokal yang telah membesarkan Partai Golkar di Tanah Papua.

“Kami bukan hanya memilih, tapi sedang menjaga marwah partai. Ini bukan soal perahu, ini soal siapa yang mendayungnya selama ini,” tegasnya dalam konferensi pers di kediamannya, Jumat (25/7/2025).

Kekecewaan Terhadap Keputusan Pusat

Karma mengungkapkan bahwa meskipun Partai Golkar meraih hasil gemilang pada Pemilu Legislatif 2024 dengan raihan 10 kursi DPR Papua, menang di lima kabupaten, serta mengamankan posisi pimpinan DPRD di empat wilayah – keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) justru malah mengecewakan.

“Perahu kuning malah diberikan kepada orang luar yang tak pernah berkeringat membesarkan partai ini di Papua,” ujarnya

Menurut Karma, keputusan ini mencederai semangat kaderisasi dan merusak kepercayaan kader di daerah. Oleh karena itu, para kader Golkar Papua mengambil sikap tegas: mendukung pasangan BTM-CK yang dinilai sebagai representasi nyata perjuangan kader daerah.

Diketahui awalnya, Constant Karma mendukung pasangan Benhur Tomi Mano – Yermias Bisai. Namun setelah Yermias didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi, posisi tersebut dipercayakan kepada Constant Karma untuk mendampingi BTM.

“Saya ditunjuk setelah proses panjang dan komunikasi politik. Maka lahirlah pasangan BTM-CK,” jelasnya.

Karma juga menepis isu bahwa dirinya membelot dari partai. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap kader sah Partai Golkar. Menurut Undang-undang, tidak ada kewajiban mundur dari partai jika dicalonkan oleh partai lain dalam Pilkada.

“Saya tidak keluar dari Golkar. Saya tetap Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPD. Yang saya perjuangkan adalah martabat kader daerah,” tegasnya.

Constant Karma mengajak seluruh fungsionaris Golkar, dari provinsi hingga kampung, untuk bersatu mendukung BTM–CK.

“Sekalipun perahu kuning dipinjamkan, kita adalah pemilik sahnya. Mari buktikan, kita bisa menang lagi seperti di Pileg,” serunya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para kader yang telah berjuang dengan dana pribadi di Pileg lalu, dan menyebut perjuangannya bersama BTM adalah bentuk kecintaan terhadap partai, bukan pemberontakan.

“Ini bukan tentang saya atau BTM. Ini tentang kita. Tentang kehormatan Partai Golkar di tanah kelahirannya: Papua,” tutupnya.

TIM