Asrama Putri Mamberamo Raya di Jayapura Mangkrak Setahun, Mahasiswa Protes

Hendrik Bitawa Mahasiswa Mambraya
oordinator Mahasiswa Mamberamo Raya di Kota Studi Jayapura Hendrik Bitawa saat memberikan keterangan pers / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura – Mahasiswa asal Kabupaten Mamberamo Raya di Kota Jayapura mendesak Pemerintah daerahnya segera meresmikan dan memfungsikan asrama putri yang telah rampung dibangun sejak 2024, namun hingga kini terbengkalai akibat sengketa lahan.

Koordinator Mahasiswa Mamberamo Raya di Jayapura, Hendrik Bitawa, menilai Pemkab telah mengabaikan nasib mahasiswa putri.

Fasilitas yang dibangun menggunakan APBD itu, kata Hendrik, seharusnya menjadi tempat tinggal layak, bukan dibiarkan kosong hingga rawan dimasuki pihak tak bertanggung jawab.

Asrama Putri Mambraya mangkrak
Bangunan asrama mahasiswa Mamberamo Raya yang kondisinya terbengkalai / Foto : Ist

Menurutnya, masalah utama adalah pembayaran lahan asrama di Kali Kampwolker Perumnas III Kota Jayapura yang belum dilunasi Pemerintah kepada Ondoafi pemilik hak ulayat.

“Akibatnya, mahasiswa terpaksa tinggal di rumah kontrakan yang justru membebani anggaran daerah,” kata Hendrik dalam keterangannya di Jayapura, Jumat (15/8/2025).

Tokoh intelektual Mamberamo Raya, Yotam Bilasi, mendukung aksi mahasiswa agar asrama putri segera digunakan.

Anggota DPRP Yotam Bilasi / Foto : Ist
Tokoh intelektual Mamberamo Raya Yotam Bilasi / Foto : Ist

Ia mendesak Bupati dan Wakil Bupati segera menuntaskan sengketa tanah, membangun pagar pengaman, dan memfungsikan asrama agar tidak menjadi tempat mabuk-mabukan.

“Asrama putri ini aset daerah. Jangan biarkan mangkrak. Pemerintah harus segera bergerak sebelum fasilitas ini rusak dan anggaran rakyat terbuang sia-sia,” tegas Yotam.

Mahasiswa dan tokoh masyarakat berharap Pemkab Mamberamo Raya segera menyelesaikan persoalan dengan pemilik tanah, meresmikan asrama, dan mengembalikan fungsinya sesuai tujuan awal yaitu memberikan hunian layak bagi mahasiswa perantau.

EHO