Bupati Mimika Gagas Kolaborasi Pariwisata Timur di Ajang Festival Pesona Meti Kei

Bupati Mimika FPMK 2025
Foto: Marcel

Koreri.com, Langgur – Pemerintah Kabupaten Mimika menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Pemerintah Kota Tual dalam pengembangan sektor pariwisata kawasan timur Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas daerah dan membangun destinasi wisata unggulan berbasis kolaborasi antarwilayah.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam kunjungannya ke Langgur, mengatakan bahwa Mimika berkomitmen mempererat hubungan dengan Maluku Tenggara dan Kota Tual, terutama dalam pengembangan sektor tourism dan transportasi udara.

“Kami datang ke Kei untuk menjajaki kerja sama. Kami berharap hubungan antara Mimika, Maluku Tenggara, dan Kota Tual bisa terjalin erat dalam pengembangan pariwisata di Tanah Kei,” kata Bupati Johannes Rettob saat hadir puncak festival pesona meti kei di ngursadan kampung ohoililir Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Senin (27/10/2025).

Rettob juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk membuka rute penerbangan langsung Bandara Mozes Kilangin Timika ke Australia dan Darwin.

Langkah ini dinilai strategis untuk membuka pintu wisatawan mancanegara ke wilayah timur Indonesia.

Bupati Mimika FPMK 2025 4
Foto: Marcel

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak Kadin Australia Utara untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan. Ke depan, kami ingin melibatkan Maluku Tenggara dan Kota Tual dalam jaringan kerja sama ini,” katanya.

Menurut Bupati Rettob, potensi wisata di wilayah timur Indonesia sangat besar dan bisa dikembangkan dalam satu paket wisata lintas daerah.

“Bayangkan, wisatawan datang ke Timika untuk Festival Bakau, lanjut ke Festival Budaya Asmat, kemudian ke Sail Teluk Cenderawasih di Biak, dan terakhir ke Festival Pesona Meti Kei di Maluku Tenggara. Ini akan menjadi paket wisata luar biasa,” jelasnya.

Bupati Mimika juga menyinggung potensi besar dari ribuan karyawan PT Freeport Indonesia yang membutuhkan destinasi wisata menarik di sekitar Mimika.

“Banyak karyawan Freeport ingin berwisata, tapi akses menuju Kei masih sulit dan mahal. Kami berharap ke depan bisa membuka kembali penerbangan langsung Timika–Langgur agar lebih mudah menjangkau 76 destinasi wisata di Kepulauan Kei,” tuturnya.

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menyambut baik kedatangan rombongan Pemkab Mimika dan menyatakan bahwa momentum Festival Pesona Meti Kei merupakan ajang penting untuk memperkuat jejaring pariwisata antarwilayah.

“Festival Pesona Meti Kei adalah kesempatan berharga untuk menampilkan keindahan Kepulauan Kei sebagai destinasi berkelanjutan yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga menumbuhkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Thaher.

Bupati Mimika FPMK 2025 3
Foto : EHO

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang kembali menempatkan Festival Pesona Meti Kei dalam agenda nasional.

“Pengakuan ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus mengembangkan pariwisata berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Thaher juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk membuka akses penerbangan baru seperti Bali–Kei dan Mimika–Kei, serta memperkuat infrastruktur dan sumber daya manusia di sektor pariwisata.

“Kami memiliki alam yang luar biasa, budaya yang kaya, dan semangat masyarakat yang tinggi. Tinggal bagaimana pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi agar Kepulauan Kei sejajar dengan destinasi unggulan nasional lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, mengapresiasi langkah Bupati Mimika yang dinilainya sebagai bentuk nyata semangat kebersamaan antarputra daerah.

“Bupati Mimika, Johannes Rettob, adalah aset bangsa sekaligus putra Kei yang patut kita dorong. Kami berharap Mimika, Maluku Tenggara, dan Tual bisa bersinergi melalui konsep ‘Sister Regent’ — semacam kerja sama daerah bersaudara untuk mendorong kesejahteraan bersama,” ucapnya.

Renuat menilai bahwa kolaborasi tiga daerah ini akan membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan pariwisata kawasan timur Indonesia.

“Terima kasih kepada Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika atas kehadirannya yang menunjukkan solidaritas tinggi dan komitmen membangun kebersamaan ke depan,” pungkasnya.

Festival Pesona Meti Kei sendiri dikenal sebagai salah satu event unggulan nasional yang menampilkan kekayaan budaya, tradisi, dan keindahan alam Kepulauan Kei.

Dengan semangat kolaborasi antar daerah, festival ini diharapkan menjadi motor penggerak pariwisata timur Indonesia menuju destinasi kelas dunia.

EHO