Pimpin Apel Perdana 2026, Bupati Rettob Langsung Ultimatum ASN Mimika

Pemkab Mimika Apell Perdana 2026
Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong saat memimpin apel gabungan perdana 2026 / Foto: istimewa

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar apel gabungan perdana tahun 2026 usai libur Natal dan Tahun Baru di Lapangan Apel Pusat Pemerintahan SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (5/1/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung Bupati Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong serta diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah setempat.

Dalam arahannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan pentingnya memulai tahun baru dengan semangat baru, terutama dalam meningkatkan disiplin, etos kerja, dan kualitas pelayanan publik.

“Tahun baru harus ada hal baru. Kita harus punya semangat baru untuk melayani masyarakat Mimika dengan lebih baik,” tegas Bupati.

Ia juga menyoroti aspek teknis pelaksanaan apel, dengan meminta Bagian Umum Setda Mimika menyiapkan fasilitas pendukung seperti pengeras suara lapangan agar setiap arahan pimpinan dapat didengar dengan jelas tanpa harus berteriak.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan agar seluruh kebiasaan buruk ASN di tahun-tahun sebelumnya ditinggalkan. Mulai dari malas masuk kantor, terlambat bekerja, hingga hanya datang untuk mengisi daftar hadir.

“Semua kebiasaan tidak baik itu buang dan tinggalkan di tahun 2025. Jangan dibawa ke tahun 2026,” ujarnya dengan nada tegas.

Di kesempatan tersebut, Bupati Johannes Rettob juga memberikan peringatan keras atau  ultimatum terkait perilaku indisipliner ASN di jam kerja.

Ia meminta Satpol PP Mimika mulai melakukan pengawasan di ruang-ruang publik.

Pemkab Mimika Apell Perdana 2026 2
ASN Mimika / Foto : Ist

“ASN yang jam kerja tapi jalan-jalan ke pusat perbelanjaan, nongkrong di warung makan sebelum jam istirahat, apalagi mabuk, Satpol PP harus tindak. Kalau ada yang mabuk, langsung tangkap, masukkan ke sel, dan lapor ke saya,” tegasnya.

Menurut Bupati, penegakan disiplin merupakan langkah serius untuk memperbaiki kinerja pemerintahan dan membangun kepercayaan publik.

Ia juga menekankan bahwa ASN adalah wajah pemerintah di mata masyarakat, sehingga penampilan menjadi bagian penting dari pelayanan.

“Pegawai negeri itu dilihat dari penampilannya. Kita ini pelayan masyarakat, jadi harus berpenampilan rapi dan sopan,” katanya.

Bupati tak lupa menyampaikan apresiasi kepada ASN yang selama tahun 2025 telah menunjukkan perbaikan dalam penampilan dan kedisiplinan, termasuk penggunaan atribut lengkap.

Ia juga mengingatkan ASN yang masih berpenampilan kurang rapi, seperti berjenggot panjang, agar menyesuaikan diri.

“Cukur dan rapikan. Supaya penampilan menarik, orang tidak takut, tapi justru merasa nyaman saat berinteraksi dengan kita,” imbuhnya.

Bupati Johannes Rettob juga mengingatkan para pimpinan organisasi perangkat daerah, khususnya eselon II dan III, agar membagi tugas secara adil dan merata kepada seluruh pegawai.

“Jangan pilih kasih. Semua ASN harus diberi tanggung jawab agar merasa memiliki peran dalam membangun Mimika,” pungkasnya.

EHO