5 Terdakwa Kasus Venue Aerosport Mimika Divonis Ringan, JPU Langsung Banding

Sidang putusan Kasus Korupsi Aerosport Mimika3

Koreri.com, Jayapura – Sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan venue aerosport modelling kluster Mimika kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (10/12/2025) malam.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan dipimpin Thobias Benggian sebagai Ketua Majelis Hakim, didampingi Lidia Awinero dan Andi Mattalatta masing-masing sebagai anggota Majelis Hakim.

Dalam pertama, Majelis Hakim menjatuhkan vonis pidana penjara kepada tiga terdakwa masing-masing Ade Jalaludin, Roelly Koestama dan Suyani karena unsur subsider terbukti.

Tindakan para terdakwa mengakibatkan pembangunan sarana dan prasarana venue aerosport modelling Mimika yang bersumber dari APBD Dinas PUPR Mimika mengalami kerugian Rp31 Miliar lebih.

Hakim dalam amar putusannya menjatuhkan vonis penjara bagi tiga terdakwa karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara sah dan meyakinkan melanggar UU Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Terdakwa Ade Jalaludin divonis 4 tahun penjara denda Rp500 juta subsider 6 bulan tetap ditahan dalam lapas dan dipotong masa tahanan seluruhnya,” ucap Ketua majelis hakim, Thobias Benggian saat membacakan amar putusan.

Sidang putusan Kasus Korupsi Aerosport MimikaTerdakwa Roelly Koestama selaku konsultan pengawas tidak terbukti pada unsur primer dan dibebaskan dari dakwaan.

“Sementara unsur subsider terpenuhi dan divonis pidana penjara 7 tahun denda Rp. 500 juta subsider 6 bulan dan tetap ditahan dipotong masa tahanan seluruhnya,” lanjut Lidia Awinero saat membacakan amar putusan Roelly Koestama.

Terdakwa Suyani dibebaskan dari dakwaan primer karena tidak terbukti. Sementara dalam dakwaan subsider terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama.

“Amar putusan terdakwa Suyani 5 tahun denda 500 juta subsider 6 bulan penjara dan tetap ditahan dalam Lapas Abepura dipotong masa tahanan seluruhnya,” tegasnya.

Kuasa Hukum ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Sementara Jaksa Penuntut Umum menyatakan upaya hukum banding.

Majelis Hakim menskor lima menit untuk melanjutkan sidang untuk kasus yang sama dengan agenda pembacaan putusan atas terdakwa Dominggus Robert Mayaut dan Yohanis Kurnala.

Berkas Perkara Displit (Terpisah)

Sidang putusan Kasus Korupsi Aerosport Mimika2Sidang tindak pidana dugaan korupsi pembangunan venue aerosport modelling pada Dinas PUPR Mimika TA 2021 dilanjutkan yang dipimpin Lidia Awinero sebagai Ketua Majelis Hakim didampingi Thobias Benggian dan Muhamad Tadzwif Mustari masing-masing sebagai Anggota Majelis Hakim karena berkas perkara terpisah (split).

Majelis Hakim menjatuhkan vonis pidana penjara kepada dua terdakwa masing-masing Dominggus Robert Mayaut dan Yohanis Kurnala karena terbukti dalam dakwaan subsider.

Terdakwa Dominggus Robert Mayaut dalam dakwaan primer tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

“Mengadili menjatuhkan pidana penjara 7 tahun denda Rp 500 juta 6 bulan dan ditahan dalam lapas dipotong masa tahanan seluruhnya,” ucap Ketua Majelis Hakim Lidia Awinero saat membaca amar putusan.

Terdakwa Yohanis Paulus Kurnala dalam dakwaan primer tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan dibebaskan.

Sementara dalam dakwaan subsider terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

“Mengadili menjatuhkan pidana penjara 7 tahun denda Rp 500 juta 6 bulan dan ditahan dalam lapas dipotong masa tahanan seluruhnya,” kata ketua majelis hakim Lidia Awinero saat membaca amar putusan.

Sikap kedua terdakwa nyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim selama 7 hari. Sementara JPU menyatakan upaya hukum banding.

Secara keseluruhan, vonis hukuman lima terdakwa jauh lebih ringan dibawah tuntutan JPU sehingga JPU langsung merespon itu dengan melakukan upaya hukum banding

EHO