Koreri.com, Jayapura – Pengurus baru PAK-HAM Papua periode 2026 – 2029 resmi dilantik dalam seremoni yang dirangkai dengan rapat kerja di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu (18/2/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 2/SK/PAK-HAM/P/2/2026 dan ditandai dengan penyerahan SK serta pengalungan selendang oleh mantan Ketua PAK-HAM Papua, Matius Murib, bersama perwakilan pendiri organisasi.
Turut hadir mewakili Gubernur Papua, Asisten I Bidang Pemerintahan Yohanes Walilo, perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih, perwakilan Polda Papua, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sipil.
Pemerintah Dorong Sinergi dan Independensi
Dalam sambutannya, Yohanes Walilo menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru.
Ia menilai momentum ini penting mengingat kepengurusan sebelumnya telah berjalan sejak 2017 dan kini dilakukan penyegaran organisasi.
“Kami berharap kepengurusan yang baru, khususnya saudara Methodius Kossay bersama jajaran, dapat menjalankan tugas secara maksimal, membangun kerja sama yang baik, serta konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP),” ujar Yohanes.

Yohanes mengakui masih banyak persoalan ketidakadilan yang terjadi di lapangan, sehingga keberadaan lembaga advokasi HAM sangat dibutuhkan masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, pada prinsipnya siap memberikan dukungan sesuai kewenangan tanpa mengintervensi independensi lembaga.
“Kami menghormati bahwa mereka bekerja secara mandiri dan profesional. Namun dalam hal yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, tentu kami siap berkoordinasi, baik melalui fasilitasi, dukungan sarana-prasarana, maupun bentuk dukungan lain sesuai ketentuan,” tegasnya.
Yohanes juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga termasuk Kejaksaan, Kepolisian, dan institusi terkait agar penyelesaian persoalan ketidakadilan di Papua dapat dilakukan secara terarah dan profesional.
Pesan Pendiri: Hentikan Kekerasan, Perjuangkan Perdamaian
Mantan Ketua sekaligus salah satu pendiri PAK-HAM Papua Matius Murib, menegaskan bahwa pergantian kepengurusan merupakan dinamika organisasi yang sehat.
“Kita ucapkan selamat kepada kepengurusan baru. Semoga mampu memperkuat advokasi, bekerja lebih solid, dan lebih maju dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” katanya.
Murib menekankan bahwa tujuan utama organisasi adalah memastikan Papua tetap aman dan damai.

Murib juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada diskriminasi atau perlakuan rasial di Papua maupun di seluruh Indonesia. Prinsip keadilan, menurutnya, harus ditegakkan tanpa kecuali.
Methodius Kossay: Saatnya Kerja Kolaboratif
Ketua PAK-HAM Papua yang baru dilantik, Methodius Kossay, menyampaikan terima kasih kepada para pendiri dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Ini adalah tanggung jawab moral sebagai orang Papua yang harus saya emban dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.
Kossay mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, aktivis LSM, masyarakat sipil, hingga media untuk bersama-sama mengadvokasi dan memperjuangkan hak asasi manusia, khususnya persoalan yang terjadi di tingkat akar rumput.
Ia berharap berbagai persoalan masyarakat bawah dapat terakomodasi melalui kolaborasi dan dukungan semua pihak.
Dalam beberapa minggu ke depan, pihaknya akan melanjutkan agenda dan program kerja hasil rapat yang telah dibahas.
“Kami memohon dukungan penuh agar program-program yang akan dijalankan dapat efektif dan berkelanjutan. Baik dalam penyampaian informasi maupun dalam advokasi hak asasi manusia di Tanah Papua, bahkan hingga isu-isu yang menyangkut warga Papua di luar negeri,” imbuh Kossay.
Dengan kepengurusan baru ini, PAK-HAM Papua diharapkan mampu memperkuat peran sebagai jembatan dialog, pengawasan, dan advokasi demi terciptanya Papua yang adil, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
EHO






























