Koreri.com, Timika – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mimika resmi menggelar Kick Off Ramadhan 1447 Hijriah, Minggu (22/2/2026).
Bupati Johannes Rettob secera resmi membuka giat tersebut bertempat di Kantor PCNU Mimika, Jalan Pattimura Timika.
Bupati Rettob dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap agenda serupa dapat berlanjut ditahun-tahun berikutnya.
“Saya beberapa kali ikut acara seperti ini terutama di SP-SP. Nanti kita sesekali buat kegiatan di Kokonao, bisa digabungkan dengan acara pemerintah,” dorongnya.
Bupati menilai kegiatan Kick Off Ramadhan merupakan agenda positif yang perlu dijaga. Di tengah keberagaman masyarakat Mimika, momentum bulan suci Ramadhan menjadi ruang memperkuat toleransi dan harmoni antarumat beragama.
“Sekarang bulan Ramadhan, kita harus bersama-sama ciptakan rasa toleransi dan harmoni antar agama. Kemarin 17 Februari Imlek, besoknya umat Muslim mulai puasa, saat ini umat Kristiani masuk masa Pra Paskah. Nanti satu bulan kedepan kita rayakan Nyepi, lalu Idul Fitri dan Paskah berturut-turut, ini suatu yang luar biasa,” tuturnya.
Selanjutnya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta tidak saling menodai diri maupun kelompok masing-masing.
“Mari kita sebagai masyarakat Mimika yang begitu beragam selalu jaga ketertiban dan keamanan, tidak saling noda diri dan kelompok,” ajaknya.
Bupati juga menyinggung adanya ketidakpuasan terhadap situasi atau kebijakan pemerintah. Ia menyampaikan, semua kebijakan diambil demi kebaikan daerah Mimika.
“Mungkin ada ketidakpuasan terhadap situasi atau kebijakan, tapi itu semua demi kebaikan Mimika. Daerah ini sebenarnya aman. Tapi di media sosial katanya Kapiraya tidak aman, padahal sebenarnya aman. Di sana masalah karena kepentingan orang tertentu, bisnis tertentu, bukan tapal batas,” bebernya.
Bupati menambahkan, persoalan di Kwamki Narama telah selesai dan meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi, termasuk informasi yang berseliweran di media sosial.
“Kadang media sosial yang membuat kita pikiran. Padahal sebenarnya situasi Mimika aman. Kita jangan terprovokasi. Kita introspeksi diri dan harus hidup lebih baik. Jadikan Mimika contoh untuk daerah lain di Indonesia,” tandasnya.
Menurut Bupati, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan para tokoh agama/masyarakat, organisasi keagamaan, dan organisasi kemasyarakatan.
“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, butuh kerjasama semua pihak,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Mimika Imam Mawardi Maksum yang juga menjabat Ketua PWNU Provinsi Papua Tengah menyampaikan kegiatan Kick Off Sadari Ramadhan merupakan kolaborasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama bersama PCNU Mimika serta lembaga lain dibawah PBNU.
Ia mengungkapkan, Safari Ramadhan akan dilaksanakan selama 25 hari kedepan dengan tujuan mempererat tali silaturahmi dan memperkuat konsolidasi warga Nahdlatul Ulama di Mimika.
“Basis-basis NU di Kabupaten Mimika kebanyakan berada di SP-SP, sehingga kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi dan silaturahmi,” ujarnya.
Imam Mawardi menyebutkan program tersebut telah memasuki tahun ketujuh pelaksanaan dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.
“Tahun ini tahun ketujuh kami jalankan program ini dan sangat diterima oleh masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, termasuk untuk pembangunan Kantor PWNU Kabupaten Mimika yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Johannes Rettob saat menjabat Wakil Bupati Mimika.
“Alhamdulillah, kami mendapat bantuan dana hibah sehingga bisa membangun hingga lantai tiga. Semua bantuan diwujudkan dalam pembangunan kantor ini tanpa ada perselisihan dan perpecahan,” bebernya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program Safari Ramadhan dan pembangunan kantor organisasi PCNU.
“Terima kasih kepada para donatur dan atas kerjasama yang luar biasa,” pungkasnya.
TIM
