Sergius Bomol Sebut Alasan Utama Lahirnya Aspirasi Pemekaran Kabupaten Benawa

Sergius Christian Bomol CDOB Benawa
Ketua Tim Pemekaran CDOB Kabupaten Benawa Sergius Christian Bomol / Foto : Ist

Koreri.com, Benawa – Deklarasi pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Benawa resmi dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026).

Ribuan masyarakat memadati ibu kota Distrik Benawa, Kabupaten Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan pada momen acara dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda hingga masyarakat dari sejumlah kampung di Distrik Benawa dan wilayah sekitarnya.

Kehadiran ribuan warga menjadi penegasan kuat dukungan masyarakat terhadap perjuangan pemekaran wilayah itu.

Anggota DPRD Provinsi Papua Pegunungan, Sergius Christian Bomol, yang juga menjabat Ketua Tim Pemekaran CDOB Kabupaten Benawa, menyebut aspirasi pembentukan daerah otonomi baru tersebut murni dari keinginginan dan keriduan masyarakat.

Aspirasi murni masyarakat itu telah disuarakan sejak lama.

“Perjuangan ini adalah kerinduan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini merupakan suara langsung dari masyarakat yang ingin melihat daerahnya berkembang dan maju,” ujar Bomol dalam keterangan tertulis, Jumat  (13/3/2026).

Selanjutnya, seluruh aspirasi itu diteruskan kepada Pemerintah daerah, Pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat untuk diproses sesuai mekanisme pembentukan DOB yang berlaku.

Satu alasan utama lahirnya aspirasi itu, sebut Bomol, karena persoalan rentang kendali pemerintahan yang cukup jauh dari pusat pemerintahan di Kabupaten Yalimo.

Kondisi tersebut kerap membuat pelayanan pemerintahan tidak berjalan maksimal, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil itu.

“Dengan adanya kabupaten baru, pelayanan pemerintahan bisa lebih dekat dengan masyarakat sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif,” imbuhnya.

Selain faktor pelayanan pemerintahan, Bomol juga menyoroti potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki wilayah Benawa yang dinilai perlu dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini masih terdapat aktivitas eksploitasi SDA di sejumlah wilayah yang belum terkontrol secara maksimal, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih kuat dari pemerintah.

Maka menurutnya, kehadiran Pemda yang lebih dekat dengan masyarakat akan memperkuat pengawasan wilayah sekaligus memastikan pengelolaan potensi SDA memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Di sisi lain, Bomol menilai wilayah Benawa memiliki posisi strategis karena berada di kawasan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua.

Posisi tersebut dinilai penting dalam mendorong konektivitas antarwilayah serta membuka akses pembangunan bagi masyarakat di kawasan pedalaman.

“Wilayah Benawa memiliki posisi strategis sebagai penghubung antarwilayah. Karena itu pembangunan di daerah ini perlu mendapatkan perhatian lebih agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata,” ujarnya.

Bomol menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Benawa bukan hanya agenda tim pemekaran semata, melainkan perjuangan kolektif seluruh masyarakat yang menginginkan perubahan dan kemajuan wilayahnya.

Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, ia menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat pemerintah pusat.

“Sebagai anggota DPRD Provinsi Papua Pegunungan, kami siap memperjuangkan aspirasi masyarakat ini melalui mekanisme pemerintahan hingga ke pemerintah pusat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen Masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan memperjuangkan pemekaran wilayah secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.

Deklarasi CDOB Kabupaten Benawa ditutup dengan pernyataan dukungan bersama masyarakat yang berharap pemerintah segera menindaklanjuti aspirasi tersebut demi percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Benawa.

TIM