LMA Kota Sorong Desak MRPBD Bentuk Pokja Pemuda, Ini Urgensinya !

Thomas Malak LMA Kota Sorong
Ketua LMA Kota Sorong, Thomas Malak / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kota Sorong menyoroti pentingnya melibatkan pemuda sebagai agen perubahan dan perdamaian di Provinsi Papua Barat Daya.

Ketua LMA Kota Sorong Thomas Malak dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (5/5/2026) menegaskan, pemuda memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah dan tujuan perubahan tersebut.

Pemuda bukan hanya penerus, tapi ujung tombak yang harus dilibatkan sejak awal.

“Suatu perubahan, pemuda memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah dan tujuan pembangunan di Papua Barat Daya. Kita bisa lihat dari peristiwa Sumpah Pemuda 1928, para pemuda Indonesia dari segala penjuru Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda ‘Bertanah air satu, Berbangsa satu, dan Berbahasa satu: Indonesia’. Pemuda menjadi salah satu hal terpenting bagi Indonesia ini,” tegasnya.

Malak bahkan mendesak Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRPBD) untuk segera melahirkan Pokja Pemuda, karena keberadaannya sangat penting agar aspirasi dan peran pemuda bisa difasilitasi secara kelembagaan.

“Untuk itu, di dalam MRP Papua Barat Daya harus melahirkan satu Pokja, yaitu Pokja Pemuda, sebab pemuda harus menjadi ujung tombak perubahan dan pembangunan bangsa, dan ini juga adalah semangat pemberdayaan generasi muda OAP dalam UU Otsus,” desaknya.

Tujuan dibentuknya Pokja Pemuda ini untuk menjadi wadah pemuda OAP menyuarakan isu-isu strategis seperti pendidikan, ekonomi, dan perdamaian.

Pokja ini juga bisa jadi jembatan antara pemuda dengan pemerintah daerah dalam mengawal hak-hak OAP yang memang perlu dikawal.

“Pemuda juga hendaknya sadar bahwa mereka adalah harapan sekaligus ujung tombak pembangunan yang perlu dan penting sekali untuk di akomodir sebagai mitra strategis pembangunan di pemerintahan ini, makanya harus hadir dalam MRP dengan satu Pokja, yaitu Pokja Pemuda. Pemuda-pemuda memiliki andil sebagai agen perubahan yang berarti pemuda memiliki peran untuk menjadi pusat dari kemajuan bangsanya sendiri, terlebih khusus Kita di Papua Barat Daya ini,” imbuhnya.

Tokoh Pemuda suku Moi ini mengajak pemuda Kota Sorong untuk tidak apatis. pemuda harus berani ambil peran menjadi penjaga adat, penggerak ekonomi, pengawal Otsus, dan perekat perdamaian di Papua Barat Daya.

“Kalau pemuda bergerak, Papua Barat Daya akan berubah. Jangan tunggu jadi pejabat dulu baru berkontribusi. Mulai dari sekarang, dari kampung, dari komunitas dan lain sebagainya,” pungkasnya.

KENN

Exit mobile version