Koreri.com, Timika – Kelangkaan gas LPG dilaporkan terjadi di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kondisi itu lantas memicu keresahan di tengah masyarakat dimana terlihat dari antrean panjang sejak pagi hari pada salah satu pangkalan agen resmi di Jalan Yos Sudarso Timika, Selasa (5/5/2026).
Bahkan antrean itu malah berujung kericuhan, setelah stok gas yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.
Warga yang terlihat mengantre sejak pagi kecewa setelah pihak agen menyatakan stok habis lebih cepat dari perkiraan.
“Saya sudah antre dari pagi, tapi tiba-tiba dibilang habis. Padahal masih banyak yang belum dapat,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.
Salah satu warga mengatakan, distribusi LPG kali ini tidak berjalan optimal. Dari jumlah normal sekitar 100 tabung per hari, pasokan yang masuk hanya sekitar 80 tabung. Ironisnya, hanya sekitar 50 tabung yang sempat disalurkan sebelum dinyatakan habis.
Situasi semakin memanas saat warga yang masih mengantre mempertanyakan transparansi distribusi. Ketegangan pun tak terhindarkan ketika beberapa warga mencoba masuk ke area pangkalan untuk meminta penjelasan terkait sisa tabung yang belum jelas penyalurannya.
Pihak pekerja di lokasi mengakui bahwa pasokan LPG memang sedang terbatas. “Memang lagi susah, stok tidak banyak masuk,” ujarnya singkat.
Untuk meredam kericuhan, pihak agen akhirnya hanya melayani sekitar 32 warga terakhir yang sudah berada di dalam area pangkalan. Sementara warga lainnya terpaksa pulang dengan tangan kosong. Setiap pembelian juga dibatasi hanya satu tabung per orang.
Diketahui, kondisi kelangkaan ini telah berlangsung beberapa hari terakhir tanpa kepastian jadwal distribusi. Saat ini, pasokan LPG disebut masih dalam proses pengiriman dan menunggu kedatangan kapal.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk menstabilkan distribusi LPG agar kejadian serupa tidak terus terulang dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
JUL
