Koreri.com, Timika — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mulai membangun fasilitas perumahan bagi tenaga kesehatan (nakes), guru, dan pegawai pemerintah daerah yang bertugas di wilayah pedalaman maupun pesisir.
Langkah itu sebagai upaya menjawab persoalan minimnya fasilitas penunjang pelayanan dasar di kampung-kampung.
Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan, keberadaan rumah dinas menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan tenaga kesehatan dan guru tetap bertahan serta menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Persoalan yang selama ini terjadi salah satunya karena tidak adanya perumahan,” ungkapnya saat memberi keterangan di Timika, Papua Tengah, Rabu (20/5/2026).
“Jadi, mulai 2026 kami sudah mulai mengakomodir pembangunan rumah bagi guru, tenaga kesehatan, dan juga pegawai Pemda yang bertugas di wilayah pedalaman maupun pesisir,” sambung Bupati.
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada daerah yang selama ini mengalami keterbatasan fasilitas tempat tinggal bagi aparatur pelayanan publik.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin lagi tenaga kesehatan maupun guru meninggalkan lokasi tugas akibat tidak tersedianya tempat tinggal yang layak.
Karena itu, Pemkab Mimika mulai memperkuat dukungan fasilitas dasar agar pelayanan pendidikan dan kesehatan di kampung-kampung dapat berjalan maksimal.
“Kalau rumah sudah tersedia, tentu tenaga kesehatan dan guru bisa tetap berada di tempat tugas dan pelayanan kepada masyarakat juga berjalan lebih baik,” ujarnya.
Bupati Rettob menyebutkan, rumah yang dibangun merupakan rumah tipe 45 dan sebagian sudah mulai dibangun di wilayah Kokonao serta beberapa daerah lainnya.
Program pembangunan rumah dinas tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Mimika untuk memperkuat pelayanan dasar di wilayah terpencil sekaligus meningkatkan kenyamanan aparatur yang mengabdi di daerah pedalaman dan pesisir.
Pemerintah berharap kehadiran fasilitas perumahan ini dapat menjadi solusi konkret terhadap persoalan keterbatasan tenaga pelayanan di kampung-kampung, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Mimika.
EHO
