Koreri.com, Maybrat – Satgas Petik Bintang Polda Papua Barat setelah tiba di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, mulai melaksanakan misinya dengan menyambangi para pengungsi di Distrik Aifat Timur Jauh.
Tujuannya untuk menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat pengungsi dari Distrik Aifat Timur Jauh yang terdiri dari 7 kampung yang sementara mengungsi di daerah Kumurkek ibu kota Kabupaten Maybrat.
Penyerahan bantuan sembako ini dipimpin langsung oleh Waka Opsda Operasi Satgas Petik Bintang AKBP Ary Nyoto Setiawan S.I.K., M.H. Senin (27/3/2023).
Selain menyerahkan sembako, operasi Satgas Petik Bintang juga bersosialisasi dengan para kepala kampung dari Distrik Aifat Timur Jauh untuk dapat menampung keluhan para pengungsi yang sudah mengungsi selama tiga tahun akibat dampak dari kelompok KKB.
Para pengungsi mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah, TNI, dan Polri agar masyarakat yang mengungsi bisa kembali lagi di kampung semula mereka tempati dikarenakan susahnya untuk bisa beraktifitas sebagaimana biasanya mereka lakukan.
Masyarakat pengungsi mengatakan bantuan-bantuan dari pemerintah yang disalurkan selama ini sudah cukup membantu namun ada beberapa kendala lain yang masih belum bisa dilakukan diantaranya sulitnya mereka untuk bekerja ataupun berkebun di daerah yang bukan tempat asal mereka tempati sebelumnya.
Waka Opsda Operasi Satgas Petik Bintang AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.I.K.,M.H menghimbau agar masyarakat pengungsi tetap bersabar menunggu agar beberapa keluhan yang telah disampaikan bisa disampaikan kepada pemerintah daerah sehingga bisa dikembalikan ke kampung-kampung asal mereka sebelumnya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi, S.I.K.,M.H. melalui keterangan persnya, Senin (27/3/2023) mengatakan bahwa operasi satgas petik bintang ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak akibat aksi kejahatan Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Maybrat.
“Operasi Satgas Petik Bintang Polda Papua Barat sedang melaksanakan kegiatan di Daerah Maybrat yang bertujuan memberikan rasa tenang dan aman kepada masyarakat, yang terdampak oleh kejadian kejahatan KKB,” ujar mantan Wadir Reskrimsus Polda Sulawesi Utara itu.
RLS






























