Rumah Rehabilitasi ODGJ di Timika Jadi Harapan Baru Bagi Penyintas Gangguan Jiwa

Caption: Merlyn Temorubun / Foto: EHO
Caption: Merlyn Temorubun / Foto: EHO

Koreri.com.Timika – Rumah rehabilitasi bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Timika menjadi tempat penampungan sekaligus harapan baru bagi mereka yang membutuhkan perawatan dan pemulihan.

Fasilitas ini didirikan atas inisiatif Merlyn Temorubun, Founder Yayasan Griya Satu Mimika yang kelola rumah rehabilitasi tersebut, sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib ODGJ di Kabupaten Mimika.

Awalnya, kata Merlyn, upaya ini difokuskan pada perempuan korban kekerasan seksual yang hidup di jalanan.

Namun seiring waktu, kegiatan berkembang menjadi penanganan ODGJ secara umum, termasuk yang baru keluar dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) namun belum mandiri secara sosial dan mental.

“Tujuannya agar mereka tidak kembali hidup di jalan, dan kami bantu sampai mereka benar-benar siap kembali ke masyarakat,” ujar Merlyn kepada wartawan di Timika, Papua Tengah, Rabu (30/4/2025).

Menurutnya, proses menuju kemandirian sangat bervariasi, bisa dua bulan bahkan hingga dua tahun tergantung kondisi masing-masing individu.

Kegiatan ini awalnya didukung Dinas Sosial Kabupaten Mimika, namun sejak 2023, rumah rehabilitasi harus mandiri setelah mendapat instruksi untuk mengosongkan rumah rehabilitasi Eme Neme Yauware.

Saat ini, yayasan griya satu Mimika mengelola 12 ODGJ di dalam rumah singgah dan melakukan kunjungan rutin (home visit) kepada 18 lainnya yang tinggal bersama keluarga.

“Home visit ini penting agar mereka tidak kembali turun ke jalan karena belum ditangani keluarga dengan baik,” tambahnya.

Kebutuhan operasional yang tinggi menjadi tantangan besar. Dengan hanya enam tenaga relawan yang bekerja 24 jam, rumah rehabilitasi tetap berusaha memberikan layanan maksimal. Obat-obatan untuk pasien pun difasilitasi dua minggu sekali dari RSJ Jayapura.

Selain teknis, kendala utama yang dihadapi adalah pendanaan.

“Tenaga kami terbatas, dan kebutuhan pasien cukup kompleks. Selama ini kami sempat dibantu bahan makanan dari pemerintah saat masa PJ Bupati Valentinus,” ungkap Merlin.

Ia berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Imanuel Kemong, dukungan terhadap rumah rehabilitasi ini dapat terus berlanjut.

EHO