Koreri.com, Jayapura – Polda Papua mencatat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah melakukan aksi gangguan nyata dengan menembaki warga sipil maupun TNI – Polri hingga Oktober 2020 sebanyak 22 kali.
“Dalam catatan kami tercatat sudah 22 kali aksi penembakan yang terjadi di Intan Jaya yang dilakukan oleh KKB,” kata Kapolda Paulus Waterpauw didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Herman Asaribab usai mengantar keberangkatan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kembali ke Jakarta di Bandara Mosez Kilangin Kabupaten Mimika, Senin (11/10/2020).
Menurutnya, aparat penegak hukum terus melakukan pengejaran terhadap KKB, dimana kelompok tersebut sebenarnya memiliki senjata yang bukan hak dan kewenangnya.
“Tentunya saya sangat prihatin akan hal tersebut, tapi kami tetap akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mengungkap semua kejahatan yang telah dilakukan oleh KKB,” tegas Kapolda.
Dikatakan, kehadiran TNI/Polri didukung Pemerintah setempat dan para tokoh di daerah untuk menjamin keamanan agar warga dapat beraktivitas seperti sediakala tanpa adanya rasa takut dan hidup damai di atas tanah Papua ini.
“Kami meminta dukungan semua pihak agar apa yang akan kita lakukan sebagai penegak hukum dapat kita lakukan sesuai dengan harapan. Kami tidak ingin ada lagi kejahatan yang dilakukan kepada warga dan aparat TNI/Polri di Kabupaten Intan Jaya, kita ingin hidup damai tanpa adanya gangguan KKB,” tandasnya.
Kapolda menjelaskan pula, rombongan yang tergabung dalam TGPF telah berhasil tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kabupaten Intan Jaya dengan tingkat kesulitan dan gangguan yang dihadapi kemarin.
“Jadi, TNI – Polri akan terus mengawal tim TGPF guna mengumpulkan beberapa data maupun informasi di lapangan. Kami akan bantu semaksimal mungkin,” kata Kapolda.
VER




























